-->

Notification

×

Tinggal di Rumah Sewa Tak Layak Huni, Janda dan Seorang Ibu Butuh Perhatian Pemerintah

Monday, March 9, 2026 | March 09, 2026 WIB | 2026-03-09T15:34:30Z

Kondisi Rumah Panggung di TempatinYanti dan Ibunya di Kelurahan Santi

Kota Bima, TM, -  Salah seorang Warga di Kelurahan Santi Kota Bima, luput dari perhatian dari Pemerintah. Yanti bersama ibunya. Kedua wanita sama - sama berstatus janda itu terpaksa menyewa rumah murah ini untuk melanjutkan kehidupan di tengah himpitan keadaan ekonomi yang dialaminya selama ini.


"Rumah ini kami sewa satu juta setahun. Pemiliknya ada di luar daerah. Saya tinggal di sini dengan ibu saya saat ini," ungkap Yanti, Senin (9/3/2026) siang tadi.


Kata dia, sewa rumah yang tak layak dihuni dan ada kendala soal airnya selama ini karena keadaan ekonominya yang tak punya pekerjaan tetap dan hanya berjualan di depan rumah dengan keuntungan yang tak seberapa.


"Kami sewa rumah yang terjangkau. Kemampuan kami saat ini hanya mampu sewa rumah yang murah ini
Ketimbang kami tak punya tempat tinggal," keluhnya.


Diakuinya, sebenarnya dia memiliki lahan di Kelurahan Santi. Namun, hingga saat ini tak ada kemampuan dan rezeki yang lebih untuk bisa membangun rumah sendiri.


Menurutnya, selama ini dia sering melihat dan mendengar adanya banyak bantuan sosial hingga program bedah rumah atau bantuan dari kantor Baznas KotaBima yang tak jauh dari tempat tinggalnya ini.


"Bantuan-bantuan itu hanya kami dengar dan lihat saja saat dibagikan kepada warga lain. Selama ini kami tak pernah dilirik dan diberikan bantuan oleh pemerintah. Katanya ada program bedah rumah di kantor BAZNAS, tapi kami tak pernah didatangi dan disurvey di tengah kami hidup di rumah yang sudah reok ini," kilahnya.


"Kalau kami tak bisa dapat bantuan karena status rumah sewa. Tapi rumah bibi saya di sebelah yang berdindingkan jerami yang sudah berlubang dan rusak, sama saja keadaannya tak pernah diperhatikan pihak pemberi bantuan baik itu pemerintah atau kantor BAZNAS yang ada di Santi," sorot Yanti menambahkan.


Dia yang baru saja diterima kerja di salah satu dapur SPPG di Kota Bima mengatakan, keadaan hidup para janda semestinya diprioritaskan dalam hal pemberian bantuan sebagai masyarakat yang tidak mampu. Baik itu bantuan dari penerima zakat atau penerima bantuan sosial di pemerintah yang banyak jenisnya selama ini.


"Kami berharap, semoga ada dari pihak pemberi bantuan yang melihat keadaan hidup kami di Santi," sahut Yanti.


Ditempat yang sama, salah seorang warga dan juga pimpinan Redaksi Metromini Media melihat langsung kondisi rumah yang sewa  oleh Yanti dan Ibunya di Kelurah Santi.


Pria biasa di Sapa Agus itu, akan memperjuangkan nasib Warga yang membutuh bantuan Pemerintah saat ini. Dan akan sampai persoalan di hadapan warga tersebut lembaga pemerintah yang bergerak dibidang sosial yang ada di Kota Bima.


"Ya Semoga saja. Nanti saya tulis kisahnya. Saya dari metromini. Jika dalam seminggu tak ada pemerintah yang turun memperhatikkan Bu Yanti, minimal masuk sebagai penerima zakat tahun ini. Demikian pula dengan program PKH Daerah atau penerima bantuan sosial dari program pemerintah saat ini. Kita maki2 pejabat dan kepala kantornya. Karena ke mana saja mereka selama ini. Hingga dua janda miskin saja luput dari bantuan sosial dan tinggal di rumah yang tak layak huni," jawab Agus. (Red)

×