![]() |
| Ketua LMND Eksekutif Kota Bima, Rahmat Ardiansyah |
KOTA BIMA, TM – Di tengah sorotan publik terhadap kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Bima, Rahmat Ardiansyah, angkat bicara.
Ia mempertanyakan kebijakan penangguhan (suspend) operasional sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kota Bima yang dinilai belum disertai penjelasan terbuka kepada publik.
Menurut Rahmat, langkah suspend tersebut justru mengindikasikan adanya persoalan serius dalam pengelolaan dapur MBG, mulai dari standar kebersihan, kualitas menu, hingga kelayakan operasional yang belum sepenuhnya memenuhi ketentuan.
“Ini bukan sekadar penghentian sementara, tetapi menunjukkan adanya masalah mendasar dalam sistem pengawasan dan kesiapan dapur SPPG,” tegasnya, Jumat (20/3/2026).
Di tengah berbagai keluhan masyarakat terkait menu MBG yang dinilai kurang layak serta kualitas penyajian makanan, LMND mendesak pemerintah agar lebih transparan dalam proses evaluasi.
Mereka juga meminta dilakukannya audit menyeluruh terhadap seluruh dapur SPPG di Kota Bima, tidak hanya yang telah disuspend. Hal ini dinilai penting untuk memastikan program berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
Selain itu, LMND menekankan pentingnya jaminan kualitas gizi dan higienitas makanan, terutama karena program MBG menyasar anak-anak sebagai penerima manfaat utama.
“Program ini menyangkut kesehatan generasi ke depan. Tidak boleh ada kompromi terhadap kualitas,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait yang dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi mengenai jumlah dapur SPPG yang disuspend maupun indikator pelanggaran yang ditemukan.(Red)


