![]() |
| Anggota DPRD Kabupaten Bima, Jasmin |
BIMA, TM— Peristiwa pilu kembali terjadi di Desa Sumi, Kecamatan Lambu. Untuk kedua kalinya, warga terpaksa menandu jenazah sejauh kurang lebih 7 kilometer melewati jalan berlumpur dan menyeberangi sungai akibat rusaknya infrastruktur yang tak kunjung diperbaiki.
Kondisi ini memantik keprihatinan dari Anggota DPRD Kabupaten Bima, Jasmin. Ia menyampaikan duka mendalam atas kejadian yang kembali menimpa warga Baku, Desa Sumi, yang harus menghadapi situasi sulit di tengah keterbatasan akses jalan dan jembatan.
“Ini bukan kejadian pertama. Sudah dua kali jenazah warga harus ditandu sejauh 7 kilometer karena akses jalan rusak parah dan tiga jembatan putus yang belum diperbaiki hingga sekarang,” ungkap Jasmin dengan nada prihatin.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan aktivitas warga sehari-hari, tetapi juga mencerminkan masih lemahnya perhatian terhadap infrastruktur dasar di wilayah tersebut. Ia mendesak pemerintah daerah agar segera mengambil langkah konkret.
Menanggapi hal ini, Bupati Bima dikabarkan telah menginstruksikan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera turun mengecek langsung kondisi di lapangan. Sementara itu, Wakil Bupati juga menyatakan kesiapannya untuk turun langsung ke lokasi, bahkan meminta didampingi oleh pihak DPRD.
“Pak Wakil Bupati sudah menyampaikan ingin turun langsung, dan meminta kami mendampingi agar bisa melihat kondisi riil di lapangan,” tambah Jasmin.
Di tengah situasi sulit ini, warga tetap menunjukkan solidaritas tinggi. Semangat kebersamaan dan saling membantu menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menghadapi keterbatasan.
“Sabar, dan tetap saling menopang untuk dana ro rasa,” ujar Jasmin, menggambarkan kuatnya nilai gotong royong warga setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi pemerintah bahwa pembangunan infrastruktur bukan sekadar program, melainkan kebutuhan mendesak yang menyangkut kemanusiaan dan martabat warga. (Red)


