-->

Notification

×

Berikut Penjelasan BPBD NTB Terkait Banjir di Tiga Wilayah di Kabupaten Bima Saat Lebaran

Sunday, March 22, 2026 | March 22, 2026 WIB | 2026-03-22T09:19:05Z

 

Ilustrasi google Al Tambora Media

Bima, TM – Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H di Kabupaten Bima berubah menjadi kepanikan. Banjir menerjang tiga wilayah pada Sabtu (21/3/2026) sekitar pukul 15.00 WITA.


Tiga desa terdampak yakni Desa Sai (Soromandi), Desa Bala (Wera), dan Desa Talabiu (Woha). Bencana terjadi saat warga tengah merayakan Lebaran bersama keluarga.


Hujan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang sejak pukul 13.50 hingga 16.00 WITA memicu peningkatan debit air secara drastis. Air meluap dan merendam permukiman serta infrastruktur.


Di Desa Sai, bronjong penahan sungai pada jembatan limpas rusak. Akses jalan Sai–Sampungu sempat lumpuh akibat genangan.


Di Desa Bala, dampak lebih serius. Tiga rumah warga terendam, dengan 3 kepala keluarga (11 jiwa) terdampak. Satu keluarga berisi 4 jiwa terpaksa mengungsi. Satu unit rumah mengalami kerusakan sedang, termasuk peralatan bengkel milik warga. Jalan desa juga sempat tergenang.


Sementara di Desa Talabiu, banjir merusak sayap Bendungan La Nonu. Dampak terhadap lahan pertanian masih dalam pendataan.

Tim gabungan dari BPBD NTB,


BPBD Kabupaten Bima, TNI/Polri, dan aparat desa langsung turun ke lokasi melakukan penanganan darurat.


“Fokus utama saat ini adalah keselamatan warga dan percepatan penanganan dampak banjir,” tegas perwakilan BPBD NTB dalam rilisnya, Minggu, 22 Maret 2026.


Ilustrasi


Sejumlah kebutuhan mendesak teridentifikasi, mulai dari logistik, peralatan darurat, hingga alat berat berupa excavator untuk pembersihan sedimen, khususnya di Desa Sai.


Meski air mulai surut, warga masih berjibaku membersihkan lumpur dan puing. Suasana Lebaran pun berubah, dari penuh suka cita menjadi masa pemulihan.


BPBD NTB mengingatkan, potensi cuaca ekstrem masih tinggi pada akhir Maret 2026. Warga di bantaran sungai dan wilayah rawan diminta tetap siaga terhadap banjir, angin kencang, dan longsor.


Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material masih didata. (Red)

×