![]() |
| Kondisi jalan provinsi NTB dikecamatan ambalawi NTB |
Bima, TM – Kondisi jalan rusak di Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik datang dari warga dan kelompok pemuda yang menyuarakan kekecewaan mereka melalui berbagai sindiran tajam yang ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Sejumlah tulisan bernada satir beredar luas di tengah masyarakat. Kritik tersebut ditujukan kepada Gubernur NTB, Wakil Gubernur, hingga Dinas PUPR NTB, yang dinilai belum serius menangani kerusakan infrastruktur jalan di wilayah tersebut.
Dalam sindiran yang beredar, warga menyebut jalan di Ambalawi sudah rusak sejak “zaman Nipon hingga era Presiden Soeharto”, menggambarkan betapa lamanya persoalan ini belum terselesaikan. Bahkan, kondisi jalan diibaratkan seperti “sensasi berkendara ala kuda lumping” akibat banyaknya lubang yang membahayakan pengguna jalan.
Tak hanya itu, warga juga menyentil janji-janji kampanye yang dinilai tidak sejalan dengan realisasi di lapangan.
“Janjinya manis saat kampanye, jalannya pahit saat menjabat,” tulis Syarif Rambamn lewat akun Facenooknya Sabtu (21/3/2026)
Kelompok pemuda setempat yang menamakan diri sebagai Pemuda Mandiri bahkan mengaku telah mengambil inisiatif melakukan perbaikan jalan secara swadaya. Mereka melakukan penambalan jalan dengan dana patungan, sebagai bentuk kepedulian sekaligus protes terhadap lambannya penanganan dari pemerintah.
“Terima kasih Bapak Gubernur, biar kami pemuda yang tambal jalan sendiri. Jalan ini diperbaiki pemuda, bukan pemerintah,” tulisnya dalam salah satu pesan yang beredar.
Kondisi jalan yang rusak parah ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Warga mempertanyakan apakah harus ada korban jiwa terlebih dahulu agar perbaikan benar-benar dilakukan.
Sindiran lain yang tak kalah menohok menyebut jalan di Ambalawi sebagai “jalan anak tiri”, menggambarkan perasaan terabaikan yang dirasakan masyarakat pelosok.
Hingga saat ini, warga masih berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Provinsi NTB untuk segera melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam atau janji yang berulang setiap musim kampanye.
Masyarakat Ambalawi menegaskan bahwa infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital, terutama untuk mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan mobilitas warga sehari-hari. (Red)


