-->
×

Layanan Cuci Darah RSUD Bima Resmi Beroperasi, Pasien Gagal Ginjal Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Daerah

Friday, August 28, 2026 | August 28, 2026 WIB | 2026-08-28T04:10:32Z

Bupati Bima, Ady Mahyudi saat menyaksikan Langsung peresmian Hemodialisa (cuci darah) di RSUD Bima


Bima, TM – Kabar baik bagi masyarakat Kabupaten Bima. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima kini resmi memiliki layanan Hemodialisa (cuci darah) setelah fasilitas tersebut diresmikan pada Jumat (28/8/2026).


Peresmian layanan yang telah lama dinantikan masyarakat tersebut dipusatkan di lingkungan RSUD Bima. Kehadiran layanan ini diharapkan mampu mendekatkan akses pengobatan bagi masyarakat, khususnya pasien yang membutuhkan terapi hemodialisa akibat penyakit ginjal kronis.


Dengan beroperasinya layanan tersebut, pasien yang selama ini harus mendapatkan pelayanan cuci darah dengan rujukan ke luar daerah kini memiliki alternatif pelayanan di RSUD Bima.


Peresmian dihadiri Bupati Bima Ady Mahyudi, didampingi Inspektur Kabupaten Bima Iwan Setiawan, SE, Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Fatahullah, S.Pd., sejumlah kepala perangkat daerah dan kepala bagian lingkup Sekretariat Daerah, Direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan, MPH beserta jajaran, para dokter spesialis serta tenaga kesehatan RSUD Bima.


Dalam sambutannya, Bupati Bima Ady Mahyudi menyampaikan apresiasi kepada manajemen RSUD Bima atas kerja keras dan komitmennya dalam merealisasikan layanan hemodialisa.


Menurutnya, kehadiran layanan tersebut merupakan wujud nyata pemerintah daerah dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, baik pelayanan kesehatan dasar maupun rujukan, khususnya bagi pasien penderita gagal ginjal kronis.


Bupati berharap layanan hemodialisa dapat menjadi salah satu layanan unggulan RSUD Bima. Namun, menurutnya, predikat tersebut tidak cukup hanya dengan tersedianya fasilitas dan peralatan medis.


“Namun, predikat sebagai layanan unggulan tidak cukup hanya dengan tersedianya fasilitas, harus dibuktikan melalui kualitas pelayanan, kompetensi tenaga kesehatan, keselamatan pasien, kedisiplinan serta kepuasan masyarakat,” ungkap Ady Mahyudi.


Ia juga berpesan kepada seluruh jajaran RSUD Bima agar menjaga kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang profesional dan berintegritas.


“Kepada seluruh jajaran RSUD Bima, teruslah memberikan pelayanan terbaik. Jaga integritas, jaga profesionalisme, jaga keselamatan pasien dan yang paling penting, jaga kepercayaan masyarakat,” tegasnya.


Sementara itu, Direktur RSUD Bima, drg. H. Ihsan, dalam laporannya memaparkan kesiapan fasilitas pendukung layanan hemodialisa, mulai dari infrastruktur, ketersediaan mesin hingga tenaga medis yang telah dipersiapkan untuk mengoperasikan layanan tersebut.


Ia menegaskan bahwa keberadaan layanan hemodialisa bukan hanya persoalan ketersediaan mesin dan ruangan, tetapi juga membutuhkan sistem pelayanan yang matang serta tenaga kesehatan yang kompeten.


“Pelayanan hemodialisa ini bukan hanya menyangkut tersedianya mesin dan ruangan. Aspek yang jauh lebih penting adalah kesiapan sistem, kompetensi tenaga kesehatan, keselamatan pasien serta koordinasi tim dalam memberikan pelayanan,” jelasnya.


Rangkaian peresmian ditandai dengan pengguntingan pita oleh Bupati Bima Ady Mahyudi, kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ruang layanan hemodialisa.


Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fasilitas, peralatan medis serta kenyamanan ruang perawatan bagi pasien yang nantinya akan menjalani terapi cuci darah.


Dengan hadirnya layanan hemodialisa di RSUD Bima, pemerintah daerah berharap akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan semakin mudah, sekaligus mengurangi kebutuhan pasien untuk menjalani pengobatan ke luar daerah. (Red


Tambora Media – Ungkap Fakta di Balik Data.

×