-->

Notification

×

Gempa M7,7 Guncang NTT: 53 Orang Meninggal, 5.659 Warga Mengungsi

Sunday, August 16, 2026 | August 16, 2026 WIB | 2026-08-16T13:13:30Z

kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

NTT, TM — Pendataan korban dan kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 7,7 di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus dilakukan oleh petugas gabungan. Hingga data sementara yang dihimpun pada Minggu (16/8), jumlah korban meninggal dunia mencapai 53 orang, sementara ratusan rumah mengalami kerusakan.


Berdasarkan data sementara, korban meninggal dunia tersebar di sejumlah wilayah. Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak, yakni 25 orang, disusul Manggarai Timur 20 orang, Sikka 4 orang, Ende 2 orang, serta Manggarai Barat dan Nagekeo masing-masing 1 orang.


Selain korban meninggal dunia, sebanyak 137 orang mengalami luka-luka. Para korban saat ini mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat maupun fasilitas kesehatan darurat yang disiapkan di wilayah terdampak.


Ratusan Rumah Rusak


Gempa juga menyebabkan kerusakan pada ratusan rumah warga. Data sementara mencatat 154 rumah rusak berat, 49 rumah rusak sedang, dan 38 rumah rusak ringan.


Kerusakan tidak hanya terjadi pada rumah warga. Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, termasuk fasilitas pendidikan, tempat ibadah, kantor pemerintahan, serta berbagai fasilitas publik lainnya.


Sementara itu, proses pendataan warga yang mengungsi masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Hingga Minggu (16/8), tercatat 5.488 jiwa mengungsi secara terpusat, sedangkan 171 jiwa lainnya mengungsi secara mandiri. Dengan demikian, sedikitnya 5.659 jiwa telah mengungsi akibat bencana tersebut.


995 Gempa Susulan Tercatat

Aktivitas kegempaan masih berlangsung setelah gempa utama. Petugas mencatat sebanyak 995 kali gempa susulan, dengan 46 gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.


Kondisi tersebut membuat petugas terus mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah serta petugas di lapangan.


BNPB dan Pemerintah Percepat Penanganan


Merespons bencana tersebut, Kepala BNPB bersama jajaran pemerintah dan kementerian terkait telah berada di lokasi terdampak untuk mendukung percepatan penanganan darurat.


Fokus utama saat ini adalah pencarian dan pertolongan korban, penanganan korban luka, sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat yang mengungsi dapat terpenuhi.


Sejumlah bantuan telah disalurkan melalui jalur darat maupun udara. Bantuan logistik dari pemerintah pusat juga telah tiba di Maumere dan Labuan Bajo pada Minggu (16/8).


Total bantuan yang telah disalurkan mencapai 4.925 paket untuk mendukung kebutuhan masyarakat terdampak gempa.


Pemerintah bersama petugas gabungan masih terus melakukan kaji cepat dan pendataan di lapangan. Data korban, kerusakan bangunan, maupun jumlah pengungsi masih sangat mungkin berubah seiring proses verifikasi dan evakuasi yang berlangsung. (Red


Sumber: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

×