-->

Notification

×

BNPB Gerak Cepat Salurkan Bantuan Pascagempa M7,7 ke Sikka, Distribusi hingga Pulau Palue

Sunday, August 16, 2026 | August 16, 2026 WIB | 2026-08-16T12:55:09Z
BNPB Bantuan logistik dan peralatan penanganan darurat mulai dimobilisasi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk di Kabupaten Sikka


NTT, TM — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bergerak cepat mendukung penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan logistik dan peralatan penanganan darurat mulai dimobilisasi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk di Kabupaten Sikka.


Hingga Minggu (16/8/2026), BNPB telah menyerahkan sejumlah bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka. Bantuan tersebut berasal dari gudang logistik BNPB di Flores Timur dan didistribusikan menggunakan berbagai moda transportasi, yakni jalur darat, laut, maupun udara.


Berdasarkan berita acara serah terima, bantuan yang telah diterima Pemerintah Kabupaten Sikka meliputi 5 unit tenda pengungsi, 146 unit tenda keluarga berukuran 4 x 4 meter, 200 kasur lipat, 400 tikar, 400 selimut, 300 paket sembako, 100 paket kids ware, 10 unit genset, 100 paket hygiene kit, 5 unit water tank, 3 unit baterai light tower, serta 2 unit charger light tower.


Seluruh bantuan tersebut tercatat dalam kondisi utuh, baik dan lengkap saat diserahterimakan.


Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat, terutama warga yang rumahnya mengalami kerusakan maupun mereka yang harus mengungsi akibat dampak gempa.


Distribusi Bantuan Menjangkau Pulau Palue

Distribusi bantuan selanjutnya dilakukan secara bertahap ke sejumlah wilayah terdampak. Untuk menjangkau masyarakat di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, bantuan dikirim melalui jalur laut menggunakan kapal atau perahu.


Penggunaan moda transportasi laut menjadi pilihan penting karena kondisi geografis Pulau Palue sebagai wilayah kepulauan memiliki keterbatasan akses transportasi darat. Gangguan akses pascagempa juga menjadi tantangan dalam proses mobilisasi bantuan.


Pemerintah terus mengoptimalkan berbagai jalur transportasi agar bantuan dapat menjangkau masyarakat di wilayah yang sulit diakses, termasuk melalui jalur laut dan udara.


BNPB Tekankan Percepatan Penanganan


Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menegaskan pentingnya percepatan penanganan bencana melalui pengaktifan posko di daerah terdampak.


Keberadaan posko diharapkan mampu memperkuat koordinasi dalam pendataan, pencarian dan pertolongan, hingga penanganan masyarakat yang mengungsi sehingga seluruh proses tanggap darurat dapat berjalan secara terpadu dan efektif.


Selain BNPB, sejumlah kementerian dan lembaga juga terus mengerahkan sumber daya untuk mendukung penanganan dampak gempa.


Pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten/kota terdampak terus melakukan koordinasi untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.


BNPB bersama seluruh unsur penanganan bencana juga terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan warga terdampak. Dukungan logistik dan peralatan akan terus dimobilisasi secara cepat guna memperkuat proses tanggap darurat dan membantu masyarakat melewati masa pemulihan pascagempa. (Red

×