![]() |
| Casman Singodimedjo |
BIMA, TM — Narasi “NTB Mendunia” yang digaungkan oleh Muhammad Iqbal menuai kritik dari tokoh Masyarakat Pulau Sumbawa. Sejumlah persoalan mendasar seperti infrastruktur jalan, irigasi pertanian, hingga kerusakan lingkungan dinilai belum tertangani secara maksimal.
Kritik tersebut disampaikan oleh Casman Singodimedjo atau biasa disapa Casman yang menyoroti kondisi infrastruktur di wilayah Bima dan Dompu. Ia menilai, berbagai ruas jalan lokal maupun provinsi masih dalam kondisi memprihatinkan dan belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Beberapa titik yang disorot antara lain jalur Soromandi, Rabakodo, lintas Monta–Parado, hingga lintas Wera. Kerusakan di jalur-jalur tersebut disebut menghambat mobilitas warga serta distribusi hasil pertanian.
Selain itu, sektor pertanian juga menjadi perhatian. Persoalan irigasi dinilai belum mendapat solusi konkret, meskipun kunjungan pemerintah provinsi ke wilayah Bima telah beberapa kali dilakukan.
“Sudah beberapa kali kunjungan dilakukan, tetapi masyarakat belum melihat dampak signifikan terhadap perbaikan infrastruktur maupun penguatan irigasi,” ungkap Casman, Jumat (17/4/2024).
Tak hanya infrastruktur dan pertanian, isu lingkungan turut disorot. Kondisi hutan yang semakin gundul disebut menjadi salah satu pemicu banjir bandang yang kerap terjadi di sejumlah wilayah. Warga pun mendesak adanya langkah nyata dalam konservasi dan rehabilitasi hutan.
Lebih jauh, kritik juga menyentuh soal ketimpangan pembangunan antara Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Sebagian masyarakat menilai pembangunan lebih terpusat di Lombok, sementara Sumbawa masih dihadapkan pada berbagai persoalan dasar yang belum terselesaikan.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi NTB tidak hanya mengedepankan slogan pembangunan, tetapi juga memastikan pemerataan program serta realisasi yang dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat, khususnya di Pulau Sumbawa. (Red)


