![]() |
| Kadis Kominfotik Kota Bima, Dr. Muhammad Hasyim, saat melaksanakan pawai Rimpu Mantika. |
Kota Bima, TM – Pemerintah Kota Bima melalui juru bicara resmi, Dr. Muhammad Hasyim, memberikan klarifikasi atas isu yang berkembang di tengah masyarakat terkait dugaan kisruh dalam pembagian hadiah pada kegiatan Pawai Rimpu Mantika 2026.
Dalam keterangannya, Dr. Hasyim menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan adanya ketidakjelasan maupun penyelewengan hadiah adalah tidak benar. Ia memastikan bahwa seluruh hadiah yang belum sempat dibagikan pada saat kegiatan berlangsung telah diamankan secara resmi oleh panitia.
“Perlu kami luruskan, tidak ada hadiah yang dibawa pulang oleh panitia maupun pihak pemerintah. Semua hadiah yang tersisa diamankan. Namun, pada akhirnya sebagian hadiah tersebut diambil secara paksa oleh sejumlah peserta dari atas mobil bak terbuka,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa terhentinya proses pengundian doorprize bukan disebabkan oleh kelalaian panitia, melainkan karena gangguan teknis berupa padamnya aliran listrik. Kondisi tersebut mengakibatkan proses pengundian tidak dapat dilanjutkan, mengingat penggunaan pengeras suara menjadi bagian penting dalam pelaksanaan undian.
“Situasi ini murni faktor teknis di luar kendali panitia, yakni padamnya listrik. Karena proses undian membutuhkan sistem suara, maka tidak memungkinkan untuk dilanjutkan saat itu,” tambahnya.
Pemerintah Kota Bima juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjaga kondusivitas.
“Kami menjamin bahwa seluruh proses undian telah dilakukan secara transparan sesuai dengan ketentuan,” tegas Dr. Hasyim.
Pawai Rimpu Mantika sendiri merupakan salah satu agenda budaya tahunan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Bima. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai kalangan sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan di tengah masyarakat. (Red)


