![]() |
| kepala Bappilu Demokrat, Amirullah (kiri) |
BIMA, TM — Di tengah menguatnya skeptisisme publik terhadap praktik politik, Partai Demokrat Kabupaten Bima memilih jalan yang tidak populis di permukaan, tetapi mendasar: kembali menyatu dengan rakyat.
Komitmen itu ditegaskan oleh Kepala Bappilu Demokrat Kabupaten Bima, Amirullah—yang akrab disapa Ndai Ruma Rengge Sape. Ia menekankan bahwa kekuatan sejati partai tidak dibangun dari panggung retorika, melainkan dari kedekatan nyata dengan masyarakat.
“Demokrat Kabupaten Bima menegaskan soliditasnya dengan terus bergerak di tengah masyarakat, membawa semangat perubahan dan perbaikan sebagai komitmen nyata, bukan sekadar slogan,” ujarnya.
Di tengah iklim politik yang kerap dipenuhi janji tanpa jejak, Demokrat Bima justru menempuh pendekatan langsung. Melalui kegiatan sambang sapa, kader turun ke lapangan—bukan sekadar menyapa, tetapi mendengar secara utuh denyut nadi rakyat.
“Melalui sambang sapa, kader hadir bukan untuk dilihat, tetapi untuk memahami—menyerap aspirasi, membaca persoalan, dan memastikan kehadiran partai benar-benar dirasakan,” jelasnya.
Langkah ini, menurut Amirullah, menjadi penegasan sikap politik Demokrat yang tidak mengambil jarak dari rakyat, terutama di saat kepercayaan publik terhadap partai politik terus mengalami ujian.
“Ketika kepercayaan publik terhadap politik kerap goyah, justru di situlah Demokrat mengambil posisi: tetap dekat, responsif, dan bekerja nyata untuk rakyat,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menolak anggapan bahwa kegiatan tersebut bersifat seremonial. Sambang sapa, kata dia, merupakan strategi konsolidasi politik yang berakar dari realitas sosial masyarakat.
“Sambang sapa bukan seremoni. Ini adalah konsolidasi politik yang membumi—membangun kepercayaan dari bawah, memperkuat basis, dan memastikan bahwa misi perubahan lahir dari kebutuhan rakyat, bukan sekadar narasi elit,” tandasnya.
Dengan pendekatan ini, Demokrat Kabupaten Bima menunjukkan bahwa politik tidak harus selalu berjarak. Di tengah krisis kepercayaan, kedekatan justru menjadi mata uang paling berharga—dan Demokrat berupaya menjadikannya fondasi utama dalam membangun kembali kepercayaan publik. (Red)


