-->
×

Tangis di Ruang IGD RSUD Bima: Seorang Ibu Tak Sadar Rawat Anaknya Sendiri yang Jadi Korban Kecelakaan

Tuesday, March 31, 2026 | March 31, 2026 WIB | 2026-03-31T12:30:58Z

 

Mobil ambulan saat membawa korban 

KOTA BIMA, TM – Sebuah tragedi memilukan mengguncang Kota Bima pada Selasa siang (31/3/2026), menghadirkan duka mendalam yang menyayat hati banyak pihak.


Seorang perawat Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Bima, Naning, harus menghadapi kenyataan paling pahit dalam hidupnya. Ia tanpa sadar menangani seorang pasien kritis korban kecelakaan lalu lintas yang ternyata adalah anak kandungnya sendiri.


Korban diketahui bernama Muhammad Aqil Natsir bin Suhardin, seorang siswa kelas III di MTsN 2 Kota Bima yang saat ini tengah menjalani ujian sekolah. Ia mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan pulang, tepatnya di wilayah Kelurahan Rabadompu Barat, depan salah satu dapur SPPG di lingkungan Nggaro Bae.


“Korban siswa kelas 3 di MTsN Raba yang sedang ujian. Kecelakaan terjadi saat pulang sekolah siang tadi,” ungkap Dae, warga Kelurahan Kumbe Selasa (31/3/2026) dilansir Media Metromini.


Dalam kondisi luka parah dan tanpa identitas, korban langsung dilarikan ke IGD RSUD Bima. Di sanalah, sang ibu yang sedang bertugas menjalankan tanggung jawabnya sebagai tenaga medis, berupaya keras menyelamatkan pasien yang terbaring bersimbah darah—tanpa mengetahui bahwa itu adalah buah hatinya sendiri.


Upaya maksimal telah dilakukan oleh tim medis. Namun takdir berkata lain. Nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Kenyataan pahit pun terungkap. Pasien yang ditangani dengan penuh dedikasi itu adalah anak kandungnya sendiri.


Suasana haru seketika pecah di ruang IGD. Tangis keluarga, rekan kerja, hingga warga yang mengetahui kabar tersebut tak terbendung. Duka mendalam menyelimuti seluruh pihak yang hadir.


Peristiwa ini menjadi potret nyata betapa beratnya beban profesi tenaga kesehatan, yang dituntut tetap profesional bahkan di tengah situasi emosional paling berat sekalipun.
Ucapan belasungkawa terus mengalir dari masyarakat. Doa dipanjatkan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.


“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum husnul khatimah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar salah seorang warga.


Saat ini, jenazah almarhum telah disemayamkan di rumah duka di Kelurahan Kumbe, Kota Bima.
Hingga berita ini diturunkan, kronologi lengkap kecelakaan masih belum diketahui. (Red)

×