![]() |
| Foto pemilik rumah dan kondisi lahan tempat rumah yang hayut di bawah banjir pada Bulan. Desember 2025. |
KOTA BIMA, TM – Bencana banjir yang melanda Kelurahan Lampe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima pada akhir Desember 2025 lalu masih menyisakan luka mendalam bagi warga terdampak. Sedikitnya tiga kepala keluarga (KK) kehilangan tempat tinggal setelah rumah mereka hancur dan terseret arus sungai.
Salah satu korban, Irwansyah (36), harus merelakan rumah yang selama ini ia tempati hilang akibat derasnya arus banjir yang menggerus bantaran sungai di RT 06 Kelurahan Lampe.
Menurut Irwansyah, sebelum kejadian, posisi rumahnya berada cukup jauh dari aliran sungai, bahkan lebih dari 10 meter. Namun, banjir bandang yang terjadi kala itu begitu besar hingga mengikis tanah secara drastis dan menghantam bangunan rumahnya.
“Awalnya rumah kami jauh dari sungai, tapi banjir waktu itu sangat besar sampai mengikis tanah dan menghantam rumah. Sekarang kami terpaksa meminjam lahan tetangga untuk tempat tinggal sementara,” ungkapnya dikutip Media Metromini, Kamis (26/3/2026).
Ia menjelaskan, lahan tempat rumahnya berdiri merupakan tanah yang dibeli secara sah dari pemilik sebelumnya, meskipun dokumen sertifikat masih dipegang oleh penjual. Dalam peristiwa tersebut, Irwansyah masih beruntung karena sempat menyelamatkan sebagian material bangunan rumahnya.
Namun, nasib lebih tragis dialami tetangganya, Burhan, yang rumah beserta lahannya dilaporkan hilang sepenuhnya tersapu arus. Hal serupa juga dialami Hendon, seorang janda pemilik rumah permanen, yang rumahnya turut lenyap akibat gerusan sungai.
Data sementara mencatat, sedikitnya tiga KK menjadi korban dalam bencana tersebut.
Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah, terutama dalam penanganan bantaran sungai yang terus mengalami abrasi serta bantuan bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.
Hingga kini, kondisi lokasi terdampak masih tergolong rawan longsor dan berpotensi mengancam permukiman warga lainnya yang berada di sekitar aliran sungai. (Red)


