-->

Notification

×

Penumpang Naik Kapal Pakai Tangga Darurat, Fasilitas Pelabuhan Bima Disorot

Tuesday, March 17, 2026 | March 17, 2026 WIB | 2026-03-17T07:12:18Z
Suasana Penumpang saat naik di tangga Darurat pada Minggu (15/3/2026).


Kota Bima, TM– Aktivitas arus mudik di Pelabuhan Bima diwarnai pemandangan yang memprihatinkan. Sejumlah penumpang kapal terpaksa naik ke atas kapal menggunakan tangga darurat yang dipasang secara manual oleh porter pelabuhan, Minggu (15/3/2026).


Dalam video yang diunggah akun Porter Bima, terlihat puluhan porter bersama petugas pelabuhan mengangkat dan menahan sebuah tangga kayu yang disandarkan ke badan kapal. Para penumpang kemudian naik satu per satu melalui tangga tersebut untuk masuk ke dalam kapal.


Kondisi ini terjadi di tengah meningkatnya jumlah penumpang menjelang musim mudik 2026. Padatnya antrean membuat petugas mengambil langkah darurat agar proses embarkasi tetap berjalan.


Sejumlah porter bahkan terlihat membantu menopang dan mendorong penumpang dari bawah agar bisa menaiki tangga dengan aman. Meski demikian, cara tersebut dinilai berisiko karena tangga yang digunakan bukan fasilitas resmi untuk naik-turun penumpang.


Di lokasi, petugas pelabuhan tampak mengawasi jalannya proses naik penumpang. Namun situasi ini tetap menuai sorotan masyarakat karena dinilai tidak layak untuk pelayanan transportasi laut, terlebih pada momen mudik yang identik dengan lonjakan penumpang.


Menanggapi hal tersebut, Kepala PT Pelni Cabang Bima, Budiarto, membenarkan adanya kendala pada fasilitas tangga darat. Ia menjelaskan bahwa kerusakan terjadi dua hari sebelum kedatangan KM Tilongkabila pada 15 Maret 2026.


“Memang betul tangga darat mengalami kerusakan, patah pada roda depan dan bengkok pada besi kanal U. Kami tetap berupaya memberikan layanan kapal,” ujarnya.


Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan perbaikan dengan mengganti besi kanal U yang bengkok serta roda bagian depan dan belakang. Namun, proses tersebut sempat terkendala karena sulitnya pengadaan material yang sesuai di Bima.


“Alhamdulillah material yang dibutuhkan sudah kami dapatkan, dan perbaikan sudah kami kerjakan. Insya Allah sudah bisa digunakan kembali untuk kedatangan kapal pada 18 Maret 2026,” jelasnya.


Budiarto juga menyebutkan bahwa pihaknya sebenarnya memiliki dua tangga darat dengan model berbeda serta tangga kapal (gangway). Namun, tangga yang berada di bagian bawah sejatinya diperuntukkan bagi buruh, bukan penumpang.


“Karena penumpang membludak dan harus antre, akhirnya digunakan juga. Kami tetap mengimbau masyarakat agar berhati-hati saat naik ke kapal,” tambahnya.


Peristiwa ini kembali menyoroti kesiapan fasilitas di Pelabuhan Bima dalam menghadapi lonjakan penumpang saat musim mudik. Warga berharap adanya peningkatan pelayanan serta penyediaan fasilitas yang lebih aman dan layak guna menjamin keselamatan penumpang. (Red)

×