![]() |
| Ketua Umum Presma STKIP Taman Siswa Bima, Nu’man dan konsi rumah Pasutri di Kelurahan Paruga |
KOTA BIMA, TM – Kondisi rumah tidak layak huni yang ditempati pasangan suami istri di Kelurahan Paruga, Kota Bima, kembali menjadi sorotan publik. Berbagai kalangan, mulai dari warga hingga aktivis mahasiswa, mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan dasar masyarakat tersebut.
Ketua Umum Presma STKIP Taman Siswa Bima, Nu’man, melontarkan kritik tajam terhadap Pemerintah Kota Bima. Ia menilai, masih adanya warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan menunjukkan kurangnya kepekaan pemerintah terhadap kebutuhan mendesak masyarakat kecil.
“Kalau alasan klasiknya anggaran terbatas, coba lihat dan evaluasi aset para pejabat. Jangan sampai rakyat kecil terus dibiarkan tinggal di rumah yang tidak layak,” tegas Nu’man.
Ia juga menyoroti adanya ketimpangan mencolok antara kondisi masyarakat kurang mampu dengan gaya hidup sebagian pejabat. Menurutnya, situasi tersebut menjadi ironi di tengah gencarnya pembangunan yang digaungkan pemerintah daerah.
Nu’man mendesak agar program bedah rumah tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar direalisasikan secara tepat sasaran, khususnya bagi warga yang membutuhkan di wilayah Paruga.
“Ini bukan sekadar soal program, ini soal kemanusiaan. Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata, bukan hanya janji,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kota Bima belum memberikan keterangan resmi terkait langkah konkret penanganan rumah tidak layak huni tersebut. Publik pun berharap persoalan ini menjadi perhatian serius agar ke depan tidak ada lagi warga yang hidup dalam kondisi yang tidak layak di tengah perkembangan pembangunan daerah. (Red)


