![]() |
| Kondisi Jembatan Sori Baba Nia yang berlokasi di Desa Waduruka, Kecamatan Langgudu, yang putus |
Bima, TM – Putusnya Jembatan Sori Baba Nia yang berlokasi di Desa Waduruka, Kecamatan Langgudu, Kabupaten Bima, Provinsi NTB, berdampak serius terhadap kehidupan masyarakat. Selama tiga bulan terakhir, akses penghubung utama bagi tiga desa—Waduruka, Karampi, dan Sarae Ruma—terputus total, melumpuhkan aktivitas ekonomi warga.
Kondisi tersebut menyebabkan distribusi hasil pertanian menjadi terhambat. Warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani kesulitan membawa hasil panen seperti padi, jagung, dan cabai ke pasar.
“Jembatan Sori Baba Nia di Desa Waduruka terputus sudah tiga bulan. Akibatnya, hasil pertanian di Desa Waduruka, Karampi, dan Sarae Ruma terkendala,” ujar Dr. Saifullah, S.Pd., M.Pd, warga setempat, Sabtu (21/3/2026).
Tak hanya sektor pertanian, terputusnya akses juga berdampak pada berbagai aspek kehidupan masyarakat. Transportasi dari dan menuju ketiga desa nyaris tidak beroperasi, sehingga distribusi logistik dan kebutuhan pokok dari Kota Bima ikut tersendat.
“Sudah tiga bulan kami mengalami kesulitan di berbagai sektor, mulai dari pertanian, ekonomi, kesehatan, hingga pemenuhan kebutuhan dasar lainnya,” tambahnya.
Para peternak juga menghadapi kendala serupa. Mereka kesulitan membawa ternak seperti sapi dan kambing ke pasar utama untuk dijual.
Sementara itu, aktivitas perdagangan antar desa ikut terhambat, yang berdampak pada naiknya harga kebutuhan pokok akibat tingginya biaya distribusi.
![]() |
| Ruas jalan yang rusak parah |
Warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan kondisinya tidak memadai, sehingga menambah beban biaya dan waktu tempuh.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki atau membangun kembali jembatan tersebut. Mereka menilai, keberadaan jembatan sangat vital untuk memulihkan aktivitas ekonomi dan menjaga kesejahteraan warga di wilayah tersebut.
“Harapan kami, pemerintah segera mengambil langkah konkret agar akses ini bisa kembali normal,” pungkasnya. (Red)



