![]() |
| Ilustarsi / Google Al |
Kota Bima, TM – Keterlambatan pembayaran insentif bagi guru ngaji, bilal, dan marbot menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menuai sorotan publik. Hingga menjelang Lebaran, dana yang biasanya telah disalurkan sekitar H-10, dilaporkan belum juga diterima oleh para penerima manfaat.
Kondisi ini memicu keluhan dari berbagai kalangan. Selain dinilai berdampak pada kesejahteraan para pelayan keagamaan, keterlambatan tersebut juga dianggap mencerminkan lemahnya koordinasi di internal pemerintah daerah.
Salah satu sumber, Mardiansyah, mengungkapkan keprihatinannya atas situasi tersebut. Ia menilai, keterlambatan ini menjadi preseden yang kurang baik dalam tata kelola pemerintahan.
“Sepanjang sejarah pemerintah kota, baru kali ini terjadi keterlambatan seperti ini. Sangat disayangkan, apalagi ini menyangkut hak para guru ngaji, bilal, dan marbot yang telah mengabdi,” ujarnya dikutip Metromini Media, Jumat (20/3/2026).
Ia juga menambahkan, para penerima insentif kini berada dalam posisi sulit, mengingat Hari Raya Idulfitri akan dilaksanakan pada Sabtu (21/3/2026). Dengan waktu yang sangat terbatas, harapan untuk pencairan sebelum Lebaran dinilai semakin kecil.
Situasi ini semakin disesalkan, mengingat kebutuhan masyarakat biasanya meningkat signifikan menjelang hari raya. Keterlambatan tersebut dinilai dapat berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar para penerima.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Kota Bima terkait penyebab keterlambatan pembayaran insentif tersebut. (Red)


