-->

Notification

×

Hadapi Tahun Sulit 2026, Wali Kota Bima Tekankan Efisiensi Anggaran dan Inovasi di Dunia Pendidikan

Saturday, March 28, 2026 | March 28, 2026 WIB | 2026-03-28T07:43:36Z

 

Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin saat menghadiri kegiatan silaturahmi bersama jajaran pendidikan se-Kota Bima yang digelar di Pantai Lawata

KOTA BIMA, TM – Menghadapi tantangan fiskal di tahun 2026, Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin mengajak seluruh insan pendidikan untuk lebih efektif dan bijak dalam mengelola anggaran, khususnya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).


Hal itu disampaikan saat kegiatan silaturahmi bersama jajaran pendidikan se-Kota Bima yang digelar di Pantai Lawata, Jumat (27/3/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Feri Sofiyan, Sekda Kota Bima, serta Kepala Dinas Dikpora Kota Bima H. Mahfud, bersama para kepala sekolah, pengawas, dan tenaga pendidik dari jenjang TK hingga SMP.


Dalam sambutannya, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas dedikasi para guru dalam mencerdaskan generasi bangsa. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung kemajuan pendidikan meski di tengah keterbatasan anggaran.


“Tahun 2026 adalah tahun yang penuh tantangan. Kondisi global, termasuk dinamika geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia, turut berdampak pada kemampuan fiskal daerah,” ujarnya.


Ia menekankan pentingnya efisiensi penggunaan dana BOS dengan mengutamakan program-program yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran. Belanja yang tidak produktif, menurutnya, perlu ditekan.


“Fokuskan anggaran pada hal-hal yang benar-benar bermanfaat bagi siswa. Kurangi kegiatan yang tidak mendukung proses belajar mengajar,” tegasnya.


Selain efisiensi, Wali Kota juga mendorong seluruh sekolah untuk terus berinovasi dan mengembangkan kreativitas siswa, baik di bidang akademik, olahraga, maupun keagamaan. Ia menilai hal tersebut penting dalam membentuk karakter generasi muda yang unggul.


Lebih lanjut, ia mengajak seluruh tenaga pendidik untuk memperkuat komitmen dalam meningkatkan kemampuan dasar siswa, khususnya membaca dan menulis.


“Kita harus membuat gerakan nyata. Tidak semua hal bergantung pada anggaran, tapi pada semangat pengabdian,” tambahnya.


Wali Kota juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman melalui gerakan TPSP (Tanam, Pelihara, Sapu, Pungut) sebagai budaya bersama di lingkungan pendidikan.


Sementara itu, Kepala Dikpora Kota Bima, H. Mahfud, mengungkapkan bahwa Kota Bima berpeluang mendapatkan program Sekolah Integrasi dari pemerintah pusat.


“Kota Bima diusulkan mendapat dua sekolah integrasi. Jika terealisasi, ini akan menjadi yang pertama di NTB,” jelasnya.


Program tersebut nantinya akan melalui proses seleksi ketat, mulai dari sekolah, tenaga pendidik hingga siswa, guna memastikan standar kualitas yang ditetapkan pemerintah pusat.


Kegiatan silaturahmi ditutup dengan diskusi santai dan ramah tamah, mencerminkan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan insan pendidikan dalam membangun masa depan generasi Kota Bima yang lebih baik. (Red)

×