Bima, - Ratusan Laham Pertanian di Desa Piong Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima Terancam kekeringan lantaran DAM mini sepanjang 12 meter Jebol hantam banjir. Para petanu berharap Dinas pertanian, Dinas PUPR Kabupaten Bima dan Balai Besar Wilayah (BWS) segera memperbaikinya.
Salah seorang petani padi di So Na'e menyampaikan, kerusakan DAM mini dibelakang Kantor Desa Piong tersebut harus segera ditangani oleh Dinas - Dinas terkait guna mendukung program Presiden Republik Indonesia.
"Perbaikan tersebut dalam rangka menjaga ketahanan pangan sesuai dengan program Bapak Presiden RI Prabowo Subianto," kata Agus Selasa (3/3/2026).
Menurutnya, DAM mini yang jebol sepanjang 12 meter itu harus segera ditangani oleh pemerintah, Kondisi darurat pada masa tanam padi saat ini Saluran Irigasi tidak berfungsi.
"Saat DAM sudah jebol,.air tidak bisa mengalir lagi ke sawah Petani di So Na'e Desa Piong. Kami berharap kepada Dinas Pertanian, PUPR Kabupaten Bima dan BWS Provinsi NTB, untuk segera memperbaiki DAM ini. Kalau tidak segera diperbaiki, Ratusan hektar Padi Petani terancam gagal penen," ungkapnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Piong Daturahman, SE,. mengakui telah turun langsung di lokasi DAM yang jebol dihantam banjir tersebut. Bahkan pihak pemerintah sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian dan PUPR Kabupaten Bima mengenai DAM mini yang jebol di keluhan oleh petani tersebut.
"Kami sudah melakukan koordinasi ke Dinas pertanian, namu Dinas belum ada persedian anggaran untuk perbaikan DAM itu. Saya juga sudah laporkan masalah ini ke Dinas PUPR Kabupaten Bima, bahkan telah mengirim foto dan vidio kondisi DAM yang jebol. Sampai saat belum ada jawaban Dari Dinas PU," ungkapnya.
Daturahman berharap, Dinas terkait harusnya dengan cepat dengan adanya aspirasi masyarakat petani, guna menjaga ketahanan pangan sesuai program Presiden Prabowo Subianto. Akibat DAM mini yang jebol akan berdampak pada sekitar ratusan hektar sawah petani.
"Kalau DAM mini sepanjang 12 meter ini tidak segera diperbaiki, lahan Petani seluas 200 hektar untuk petani Padi terancam kekeringan dan gagal panen. Karna saluran irigasi tidak berfungsi lagi saat ini," terangnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, Dinas Pertanian, Dinas PUPR Kabupaten Bima dan BWS Provinsi NTB masih upayakan konfirmasi terkait keluhannya Masyarakat saat ini. (Red)


