![]() |
| Ilustrasi Tambora Media / Al |
Mataram, TM – Kepedulian terhadap warga kurang mampu kembali ditunjukkan oleh Anggota DPRD Provinsi NTB, Abdul Rauf. Ia turun tangan memperjuangkan nasib sepasang suami istri (pasutri) yang tinggal di rumah tidak layak huni di Kampung Sigi, Kelurahan Paruga, Kota Bima.
Kondisi rumah pasutri tersebut diketahui sangat memprihatinkan, dengan bangunan yang sudah reot dan tidak memenuhi standar kelayakan huni. Menanggapi hal itu, Abdul Rauf langsung melakukan komunikasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi cepat.
Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa proses bantuan sedang diupayakan melalui kolaborasi antara program pemerintah dan swadaya. Berdasarkan hasil komunikasi dengan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim), bantuan rehabilitasi rumah dari program pusat diperkirakan sebesar Rp17 juta.
Namun, jumlah tersebut dinilai belum cukup untuk memperbaiki rumah secara layak, sehingga diperlukan tambahan dana swadaya. Abdul Rauf menyebut, dirinya turut berkontribusi secara pribadi sebesar Rp3 juta. Selain itu, dukungan juga datang dari Wali Kota Bima serta Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan tambahan sekitar Rp5 juta.
“Jika digabungkan, total bantuan mencapai Rp25 juta. Insyaallah ini cukup untuk memperbaiki rumah tersebut agar menjadi layak huni,” ujarnya senin (29/3/2026).
Ia juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian bersama, sekaligus bukti bahwa persoalan sosial bisa ditangani melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Saat ini, proses realisasi bantuan masih menunggu tahapan administrasi dari pihak terkait. Abdul Rauf meminta keluarga penerima bantuan untuk bersabar sembari menunggu proses tersebut rampung.
“Ini hasil komunikasi terbaru saya dengan Perkim. Mohon ditunggu, semoga segera terealisasi,” tambahnya.
Upaya ini mendapat apresiasi dari warga sekitar yang berharap bantuan tersebut benar-benar segera direalisasikan, sehingga pasutri tersebut dapat tinggal di rumah yang lebih aman dan layak.
Langkah cepat yang diambil Abdul Rauf dinilai menjadi contoh nyata kehadiran wakil rakyat dalam menjawab persoalan masyarakat di tingkat akar rumput. (Red)


