-->

Notification

×

Aksi Tanam Pisang dan Blokir Jalan di Woha Memuncak, Warga Desak Pemprov NTB Segera Perbaiki Jalan Rusak

Thursday, March 26, 2026 | March 26, 2026 WIB | 2026-03-26T05:01:57Z

Ilustraai Tambora Media / Al


BIMA, TM — Kekecewaan warga terhadap kondisi jalan provinsi yang rusak parah akhirnya memuncak. Sejumlah warga di Desa Rabakodo, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima, melakukan aksi protes dengan memblokir ruas jalan lintas Bima–Tente, Rabu (25/3/2026).


Aksi tersebut berlangsung di depan SDN Inpres Rabakodo. Warga menutup akses jalan dengan menumpuk kayu di badan jalan, sekaligus menanam pohon pisang di tengah ruas jalan sebagai simbol protes keras terhadap pemerintah.


Salah seorang warga menyebutkan, aksi ini merupakan bentuk kekecewaan yang sudah lama dipendam akibat lambannya penanganan infrastruktur.


“Kami tanam pisang di jalan sebagai bentuk protes. Sudah terlalu lama dibiarkan rusak,” tegasnya.


Menurut warga, kondisi jalan yang berlubang dan rusak berat kerap memicu kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua. Selain membahayakan keselamatan, kerusakan jalan juga menghambat aktivitas ekonomi masyarakat karena jalur tersebut merupakan akses vital penghubung antarwilayah di Kabupaten Bima.


Aksi blokade ini sekaligus menjadi bentuk tekanan kepada pemerintah agar segera turun tangan. Warga mendesak Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk tidak lagi menunda perbaikan jalan yang dinilai semakin memburuk.


Mereka juga secara khusus meminta perhatian dari Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, serta Wakil Gubernur Indah Damayanti Putri agar segera mengambil langkah konkret.


Warga mengingatkan, jika tidak ada respons nyata dari pemerintah, aksi serupa akan terus dilakukan bahkan dengan skala yang lebih besar sebagai bentuk perlawanan terhadap kondisi infrastruktur yang dianggap diabaikan.


Aksi tanam pisang ini pun menjadi simbol peringatan keras: kesabaran masyarakat ada batasnya. (Red)

×