![]() |
| Kepala Desa Teta, Muamar Ziaudin, S.Sos, saat memantau perbaikan jalan di Lambitu |
Bima, TM – Langkah cepat penanganan infrastruktur jalan di kawasan Lambitu, Desa Teta, Kabupaten Bima, mulai direalisasikan. Alat berat jenis ekskavator diturunkan ke lokasi untuk melakukan pengerukan dan penanganan pada sejumlah titik yang dinilai rawan mengalami pergeseran tanah.
Penanganan darurat tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kondisi jalur yang berada di kawasan patahan dengan struktur tanah yang labil. Kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu akses transportasi masyarakat apabila tidak segera ditangani.
Kepala Desa Teta, Muamar Ziaudin, S.Sos, mengatakan penanganan darurat ini merupakan hasil koordinasi dan diskusi intensif antara Pemerintah Desa Teta dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bima.
Menurutnya, pengerjaan tidak hanya difokuskan pada perataan badan jalan, tetapi juga mencakup sejumlah langkah teknis untuk memperkuat struktur jalan dan mengendalikan pergerakan tanah.
“Penanganan ini merupakan langkah darurat untuk menjaga akses masyarakat. Selain perataan jalan, ada juga rencana bronjongisasi di titik tertentu untuk menahan pergerakan tanah,” ujar Muamar.
Selain bronjongisasi, pembenahan sistem drainase dan saluran air juga menjadi bagian penting dalam penanganan. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi dampak aliran air terhadap struktur tanah yang berada di kawasan rawan.
Pemerintah Desa Teta bersama masyarakat berharap penanganan sementara tersebut mampu menjaga aksesibilitas warga, terutama selama menunggu program perbaikan infrastruktur secara permanen.
Untuk penanganan jangka panjang, perbaikan jalan hingga pengaspalan permanen serta pembangunan atau perbaikan jembatan telah diusulkan melalui APBD Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2027 dengan nilai sekitar Rp6 miliar.
Dengan turunnya alat berat ke lokasi, pemerintah desa berharap penanganan titik-titik rawan dapat segera dituntaskan sehingga aktivitas masyarakat tidak terganggu, sembari menunggu kepastian realisasi pembangunan permanen. (Red)
Tambora Media — Ungkap Fakta Dibalik Data.


