-->

Notification

×

Wali Kota Bima Hadiri Rakornas Pengendalian Inflasi 2026, Perkuat Strategi Stabilkan Harga dan Digitalisasi Keuangan

Thursday, September 24, 2026 | September 24, 2026 WIB | 2026-09-24T10:17:21Z

Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2026

JAKARTA, TM – Wali Kota Bima H. A. Rahman, SE menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Kamis (24/9/2026).


Rakornas tersebut menjadi forum koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperkuat pengendalian inflasi sekaligus mendorong percepatan dan perluasan digitalisasi keuangan daerah.


Bank Indonesia menyebut Rakornas Pengendalian Inflasi dan Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (P2DD) menjadi bagian dari rangkaian FEKDI dan IFSE 2026 yang berlangsung pada 24–26 September 2026.


Tahun ini, Rakornas mengangkat tema “Penguatan Ketahanan Pangan dan Perluasan Digitalisasi Keuangan Daerah untuk Stabilitas Harga dan Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi.”


Sejumlah agenda strategis menjadi perhatian dalam forum tersebut, di antaranya menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan, memperkuat ketahanan pangan, serta mempercepat digitalisasi transaksi dan keuangan pemerintah daerah.


Bagi Pemerintah Kota Bima, kehadiran Wali Kota dalam forum nasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.


Pengendalian harga pangan, penguatan pasokan dan distribusi, serta optimalisasi digitalisasi keuangan daerah menjadi sejumlah langkah yang terus didorong untuk menjaga daya beli masyarakat.


Melalui Rakornas tersebut, Pemkot Bima juga memperoleh penguatan arah kebijakan nasional terkait pengendalian inflasi dan transformasi digital daerah. Arah kebijakan tersebut diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam program dan langkah konkret yang disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat Kota Bima.


Sementara itu, FEKDI dan IFSE 2026 menjadi bagian dari agenda Bank Indonesia dalam mendorong akselerasi ekonomi dan keuangan digital melalui sinergi pemerintah, otoritas keuangan, serta pelaku industri.


Kehadiran Pemerintah Kota Bima dalam agenda tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi kebijakan pusat dan daerah, terutama dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mengembangkan ekosistem keuangan digital di daerah. (Red)

×