-->

Notification

×

FPM Sila Turun ke Jalan: Jembatan Jala, RSUD Sondosia dan Harga Garam Jadi Sorotan

Tuesday, September 29, 2026 | September 29, 2026 WIB | 2026-09-29T09:20:38Z

FPM Sila.saat menggelar aksi unjuk rasa di persimpangan Jalan Lintas Bima-Sumbawa,

BIMA, TM — Forum Perjuangan Pemuda dan Mahasiswa Sila (FPM Sila) menggelar aksi unjuk rasa di persimpangan Jalan Lintas Bima-Sumbawa, Desa Darussalam, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Selasa pagi (29/9/2026).


Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan tiga tuntutan utama yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Bima. Salah satu tuntutan yang disuarakan adalah pemerataan pembangunan di wilayah Kecamatan Bolo, termasuk perhatian terhadap kondisi Jembatan Dusun Jala, Desa Nggembe.


FPM Sila menilai pembangunan dan perbaikan infrastruktur di wilayah tersebut perlu mendapat perhatian serius pemerintah, mengingat keberadaan infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas dan mobilitas masyarakat.


Selain persoalan infrastruktur, massa juga menyoroti sektor pelayanan kesehatan. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Bima meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Sondosia sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih baik dan maksimal.


Tuntutan ketiga berkaitan dengan sektor pertanian garam. FPM Sila meminta pemerintah membangun gudang yang dapat digunakan untuk menampung sekaligus menyerap produksi garam masyarakat.


Massa juga mendesak adanya penetapan standar minimum harga garam sebagai bentuk perlindungan terhadap petani agar hasil produksi mereka memiliki kepastian nilai jual.


Untuk menyampaikan tuntutannya, massa sempat melakukan blokade terhadap jalur utama Bima-Sumbawa. Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas terganggu dan mengakibatkan kemacetan panjang di sekitar lokasi.


Situasi kemudian sempat memanas ketika terjadi ketegangan antara massa aksi dan aparat kepolisian. Petugas meminta massa membuka blokade karena lokasi tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan wilayah Bima dan Sumbawa.


Dalam ketegangan tersebut, sejumlah anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka.


FPM Sila menegaskan akan kembali menggelar aksi apabila tuntutan yang mereka sampaikan belum mendapatkan respons dari Pemerintah Kabupaten Bima.


Aksi tersebut menjadi bentuk desakan mahasiswa dan pemuda agar pemerintah memberikan perhatian terhadap persoalan pembangunan, pelayanan kesehatan, serta perlindungan terhadap masyarakat petani garam di wilayah Sila dan Kecamatan Bolo. (Red) 

×