![]() |
| Tambora Media / AI |
Kota Bima, TM – Pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kembali menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Melalui program Rumah Layak Huni dari BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat serta program Z-KIOS dari BAZNAS Kota Bima, kehidupan para mustahik kini semakin membaik dan penuh harapan.
Ketua BAZNAS Kota Bima H. A. Latif, S. Pd. I melalui kepala pelaksana Baznas kota Bima Rangga Iskandar Julkarnain, menegaskan bahwa pengelolaan dana ZIS terus diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah yang dilakukan oleh BAZNAS Kota Bima dan BAZNAS Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Salah satu bukti nyata dari program tersebut dirasakan langsung oleh M. Nor dari kelurahan Santi, seorang kepala keluarga yang kini mampu bangkit dan menata kembali kehidupannya. Ia menjadi salah satu mustahik penerima manfaat program Rumah Layak Huni dan bantuan usaha Z-KIOS.
Wakil ketua II ust Sudirman H. Makka menambahkan "Program Rumah Layak Huni yang disalurkan BAZNAS Provinsi NTB menghadirkan tempat tinggal yang lebih nyaman, aman, dan layak bagi keluarga M. Nor."
Jika sebelumnya hidup dalam keterbatasan dengan kondisi rumah yang kurang memadai, kini keluarganya dapat merasakan hunian yang lebih sehat dan manusiawi.
Tak hanya itu, bantuan Z-KIOS dari BAZNAS Kota Bima menjadi titik balik dalam meningkatkan perekonomian keluarga. Melalui dukungan usaha kecil tersebut, M. Nor kini mampu menjalankan aktivitas ekonomi secara mandiri demi memenuhi kebutuhan istri dan anak-anaknya.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Sekarang saya bisa berusaha dan lebih optimis menjalani hidup,” ungkapnya dengan penuh rasa syukur.
Program-program ini merupakan wujud nyata amanah para muzakki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Dana yang dihimpun tidak hanya disalurkan secara konsumtif, tetapi juga dikelola secara produktif untuk memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Keberhasilan M. Nor menjadi contoh bahwa zakat bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan instrumen pemberdayaan yang mampu mendorong kemandirian ekonomi mustahik.
Ucapan terima kasih pun disampaikan kepada para muzakki serta BAZNAS NTB dan BAZNAS Kota Bima atas komitmennya menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Terima kasih Muzakki, terima kasih BAZNAS NTB, dan terima kasih BAZNAS Kota Bima,” tutup M. Nor. (Red)


