![]() |
| Tambora Media / AI |
KOTA BIMA, TM – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Muhammad Aminurlah, SE yang akrab disapa H. Maman, menggelar kegiatan Jalin Asmara (Jaring Aspirasi Masyarakat) bersama warga Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, Rabu (10/6/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat dalam menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka. Mulai dari infrastruktur jalan, drainase, penerangan jalan umum, hingga kebutuhan pelatihan keterampilan bagi pemuda dan perempuan menjadi sorotan utama warga.
Dalam sambutannya, H. Maman mendorong masyarakat agar aktif menyampaikan setiap persoalan yang ada, sehingga dapat diperjuangkan melalui jalur pemerintah daerah maupun Pemerintah Provinsi NTB.
“Sampaikan kepada pemerintah daerah apa yang menjadi masalah di wilayah ini agar segera ditindaklanjuti sehingga permasalahan yang ada dapat terselesaikan,” ujarnya.
Pada sesi dialog, Ketua LPM Kelurahan Paruga menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan provinsi yang hingga kini belum dihotmix dan mengalami kerusakan di beberapa titik.
Sementara itu, Ketua RW 03, Liswar, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang sebelumnya telah diberikan oleh H. Maman kepada warga. Ia juga mengungkapkan sejumlah kebutuhan mendesak masyarakat, seperti perbaikan jalan lingkungan di kawasan Sigi yang masih berlubang, pemasangan lampu penerangan di sepanjang Sungai Padolo, serta penanganan drainase yang tersumbat.
Permasalahan drainase juga menjadi keluhan utama warga di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta, mulai dari Cabang Pamlake hingga depan Masjid Muhammad Salahuddin. Warga menilai kondisi drainase yang belum dinormalisasi menyebabkan penyumbatan dan berpotensi memicu banjir, sehingga diperlukan pembangunan pintu air sebagai langkah antisipasi.
Keluhan serupa disampaikan Ketua RT Sarata yang mengungkapkan bahwa wilayahnya kerap tergenang air karena menjadi muara aliran sungai. Selain persoalan infrastruktur, minimnya lapangan pekerjaan juga menjadi perhatian masyarakat.
Untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, warga mengusulkan adanya pelatihan keterampilan seperti perbengkelan bagi pemuda, serta pelatihan menjahit dan pembuatan jajanan bagi kaum perempuan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, H. Maman menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui program-program pemerintah provinsi.
“Terkait persoalan drainase, akan kami upayakan dan segera diusulkan melalui Pemerintah Provinsi NTB. Begitu pula dengan kebutuhan pelatihan bagi pemuda dan pemudi, kami akan mengusulkannya melalui program yang relevan di tingkat provinsi,” katanya.
Ia juga meminta para ketua RT dan RW untuk segera menyusun proposal prioritas sebagai dasar pengajuan program ke pemerintah.
“Insya Allah, jalan dan drainase akan menjadi prioritas karena ini merupakan kebutuhan yang sangat urgen dan menyangkut kepentingan masyarakat luas,” tegasnya.
Kegiatan Jalin Asmara berlangsung dengan penuh antusiasme dan diharapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara masyarakat dan wakil rakyat dalam mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di Kota Bima. (Red)


