-->

Notification

×

Perkuat Ketahanan Banjir, Program JICA–NUFReP Mulai Digodok di Kota Bima

Wednesday, June 3, 2026 | June 03, 2026 WIB | 2026-06-03T11:12:46Z

Kantor Pertanahan Kota Bima menghadiri rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Bima dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara Barat untuk membahas implementasi Program JICA dan National Urban Flood Resilience Project (NUFReP)

Kota Bima, TM – Upaya memperkuat ketahanan Kota Bima terhadap ancaman banjir terus dimatangkan. Kantor Pertanahan Kota Bima menghadiri rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota Bima dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara Barat untuk membahas implementasi Program JICA dan National Urban Flood Resilience Project (NUFReP).


Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kota Bima, Selasa (3/6/2026), ini menjadi langkah awal dalam menyatukan persepsi dan strategi lintas sektor guna mempercepat pelaksanaan program pengendalian banjir di wilayah perkotaan.


Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, M.E., menegaskan bahwa program JICA dan NUFReP memiliki peran krusial dalam mengurangi risiko bencana banjir yang kerap melanda Kota Bima.


“Program ini sangat penting dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Diperlukan dukungan semua pihak agar pelaksanaannya berjalan optimal dan berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.


Ia menambahkan, keberhasilan program tersebut akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Kota Bima yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan.


Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kota Bima, Hodidjah, S.H., S.Sos., M.M., QRMO, menyatakan kesiapan penuh pihaknya dalam mendukung pelaksanaan program, khususnya dalam aspek pertanahan.


“Kami siap memberikan dukungan melalui penyediaan data pertanahan, pendampingan teknis, serta percepatan penyelesaian berbagai kebutuhan lahan. Koordinasi yang kuat menjadi kunci agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan,” jelasnya.


Dalam rapat tersebut, berbagai hal strategis turut dibahas, mulai dari kesiapan lahan, status penguasaan tanah, hingga langkah-langkah administratif yang diperlukan untuk mendukung kelancaran proyek.


Perwakilan BWS NTB juga menekankan bahwa program JICA dan NUFReP merupakan bagian dari upaya nasional dalam meningkatkan kapasitas pengendalian banjir dan memperkuat infrastruktur perkotaan, khususnya di daerah rawan bencana seperti Kota Bima.


Melalui forum koordinasi ini, seluruh pihak sepakat untuk memperkuat sinergi dan komunikasi lintas instansi agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.


Program ini diharapkan tidak hanya mampu mengurangi risiko banjir, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam pembangunan Kota Bima yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan bencana di masa depan. (Red

×