-->

Notification

×

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Bima Tegaskan ASN Harus Jadikan Pancasila Pedoman Pelayanan Publik

Monday, June 1, 2026 | June 01, 2026 WIB | 2026-06-01T10:47:30Z

Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E


Kota Bima, TM – Semangat kebangsaan dan komitmen menjaga persatuan kembali digaungkan dalam Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tingkat Kota Bima Tahun 2026 yang digelar di Halaman Kantor Wali Kota Bima, Senin (1/6/2026).


Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, S.E., bertindak sebagai Inspektur Upacara dan membacakan amanat Kepala  (BPIP) Republik Indonesia.


Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, SH, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, serta seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Kota Bima.


Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini menjadi pengingat bahwa Pancasila tidak hanya sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai sumber inspirasi dalam menghadapi berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks.


Dalam amanat yang dibacakan, Kepala BPIP RI menegaskan bahwa Pancasila telah terbukti menjadi perekat bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, bahasa, dan agama di Indonesia. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, mulai dari tekanan ekonomi hingga perkembangan teknologi yang pesat, Pancasila tetap menjadi jangkar moral bangsa.


“Pancasila adalah bintang penuntun yang membimbing Indonesia untuk tetap kokoh dalam keberagaman. Nilai-nilai di dalamnya telah menyatukan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis dalam satu identitas kebangsaan,” demikian kutipan amanat tersebut.


Selain itu, Indonesia juga dinilai memiliki tanggung jawab konstitusional untuk turut mewujudkan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Nilai-nilai seperti musyawarah, gotong royong, dan penghormatan terhadap kemanusiaan menjadi modal penting dalam membangun diplomasi global.


Lebih lanjut, ditegaskan bahwa pembangunan nasional tidak cukup hanya bertumpu pada kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan nilai moral, etika, dan karakter bangsa. Seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda, diajak untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dalam kehidupan sehari-hari.


Kepada para kepala daerah dan penyelenggara pemerintahan, BPIP juga menitipkan pesan agar setiap kebijakan publik senantiasa berlandaskan prinsip keadilan sosial, berpihak kepada masyarakat, serta mampu menjangkau kelompok yang paling membutuhkan perhatian negara.


Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kota Bima ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komitmen aparatur pemerintah dalam memberikan pelayanan yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Seluruh rangkaian upacara berlangsung tertib dan penuh semangat nasionalisme, sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah lahirnya ideologi bangsa yang menjadi fondasi utama Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Melalui momentum ini, Pemerintah Kota Bima menegaskan kembali komitmennya untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang berkeadilan, memperkuat persatuan, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan sebagai landasan utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. (Red)

×