-->

Notification

×

Di Tengah Disrupsi AI, Pemimpin Harus Hadir Membawa Solusi

Wednesday, June 3, 2026 | June 03, 2026 WIB | 2026-06-03T04:13:34Z

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri

Mataram, TM - Perkembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk tata kelola pemerintahan. Namun di tengah perubahan yang berlangsung semakin cepat, kepemimpinan manusia tetap menjadi faktor utama dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII Tahun 2026 di BPSDM Provinsi NTB. Pelatihan yang diikuti 61 peserta dari kementerian, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan birokrasi di era disrupsi.


Menurut Wakil Gubernur, birokrasi saat ini tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Aparatur pemerintah dituntut menjadi agen perubahan yang mampu membaca tantangan zaman, membangun inovasi, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.


Meski AI mampu membantu analisis data, mempercepat pelayanan, dan mendukung proses kerja birokrasi, teknologi tidak dapat menggantikan kemampuan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan, membangun kepercayaan publik, menyatukan berbagai kepentingan, dan memimpin perubahan.


PKN Tingkat II yang kembali diselenggarakan di NTB setelah delapan tahun menjadi momentum penting untuk melahirkan pemimpin-pemimpin birokrasi yang adaptif, inovatif, dan visioner. Para peserta diharapkan terus belajar, berani melakukan terobosan, serta mampu menerjemahkan visi pembangunan menjadi program yang berdampak langsung bagi masyarakat.


Penguatan kapasitas kepemimpinan menjadi bagian penting dalam mendukung agenda pembangunan NTB, khususnya pengentasan kemiskinan, penguatan ketahanan pangan, pengembangan pariwisata berkualitas, serta mendukung arah pembangunan nasional menuju Indonesia yang lebih maju.


Karena di tengah perubahan yang begitu cepat, yang dibutuhkan bukan sekadar birokrat yang menjalankan aturan, melainkan pemimpin yang mampu membaca perubahan dan menghadirkan solusi bagi masyarakat. (Red

×