-->

Notification

×

Catur Wulan I 2026, Serapan APBD Kabupaten Bima Tunjukkan Tren Positif

Tuesday, May 19, 2026 | May 19, 2026 WIB | 2026-05-19T11:39:44Z

Kabag Prokopim, Suryadin, M.SI

BIMA, TM – Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2026 pada periode 1 Januari hingga 9 Mei 2026 menunjukkan tren yang positif. Hal ini tercermin dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) hasil konsolidasi dengan Pemerintah Provinsi NTB.


Dari total belanja daerah sebesar Rp1,986 triliun, realisasi hingga awal Mei telah mencapai Rp486,42 miliar atau 24,48 persen. Capaian ini menunjukkan adanya progres penyerapan anggaran dalam kurun waktu kurang lebih empat bulan pertama tahun berjalan.


Secara rinci, realisasi belanja terdiri dari beberapa komponen utama. Belanja pegawai tercatat sebesar Rp377,33 miliar dari target Rp1,197 triliun atau 31,52 persen. Belanja tidak terduga terealisasi Rp1,92 miliar dari pagu Rp3,5 miliar atau 54,94 persen.


Sementara itu, belanja transfer dari target Rp265,92 miliar telah terealisasi Rp55,68 miliar atau 20,93 persen. Belanja barang dan jasa mencapai Rp48,99 miliar dari target Rp442,18 miliar. Belanja hibah terealisasi Rp1,25 miliar dari target Rp13,38 miliar atau 9,35 persen, sedangkan belanja modal baru mencapai Rp1,24 miliar dari target Rp64,51 miliar atau sekitar 1,9 persen.


Kontribusi belanja barang dan jasa terhadap total belanja tercatat sekitar Rp49,04 miliar atau 11,05 persen. Adapun belanja hibah menyumbang Rp1,25 miliar atau 9,12 persen dari total pagu yang ditetapkan.


Pemerintah daerah optimistis serapan anggaran akan terus meningkat dalam beberapa bulan ke depan, seiring dengan meningkatnya belanja aparatur, termasuk pembayaran gaji ASN, serta percepatan pelaksanaan proyek infrastruktur di berbagai kecamatan.


Dari sisi pendapatan, kinerja APBD Kabupaten Bima juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dari total target pendapatan sebesar Rp1,886 triliun, realisasi hingga 9 Mei 2026 mencapai Rp630,99 miliar atau 33,44 persen.


Pendapatan tersebut berasal dari beberapa komponen, antara lain Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak daerah yang terealisasi Rp7,9 miliar dari target Rp42,55 miliar atau 18,65 persen. PAD dari retribusi daerah mencapai Rp32,73 miliar dari target Rp155,63 miliar atau 21,03 persen.


Sementara itu, lain-lain PAD yang sah baru terealisasi Rp431,3 juta dari target Rp15,53 miliar atau 2,75 persen. Adapun pendapatan transfer menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp589,88 miliar dari target Rp1,63 triliun atau 36,12 persen.


Secara umum, realisasi pendapatan daerah pada periode ini lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja, yang menunjukkan kondisi fiskal daerah masih dalam posisi terkendali.


Pemerintah Kabupaten Bima menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penyerapan anggaran dengan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas terkait percepatan penyerapan anggaran tahun 2026.


Arahan tersebut menitikberatkan pada peningkatan efisiensi, akuntabilitas, serta optimalisasi alokasi anggaran untuk program-program prioritas guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Red

×