-->
×

Bima Bidik Sentra Unggas Nasional, Pemkab Gandeng Kementan dan Danantara Dorong Hilirisasi

Monday, May 4, 2026 | May 04, 2026 WIB | 2026-05-04T01:18:42Z
Rakor) Hilirisasi Peternakan Unggas yang digelar pada Sabtu (2/5) di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima

 

Bima, TM — Pemerintah Kabupaten Bima menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan sektor peternakan dengan mendorong program hilirisasi unggas melalui kolaborasi bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia dan BUMN Danantara.


Langkah strategis tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Hilirisasi Peternakan Unggas yang digelar pada Sabtu (2/5) di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Bima. Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk tim dari Kementan RI, Danantara, serta unsur pemerintah daerah.


Hadir dalam rakor tersebut Direktur Hilirisasi Hasil Pertanian Kementan RI, Makmun, Wakil Bupati Bima Irfan Zubaidy, serta sejumlah instansi terkait dari tingkat provinsi hingga kabupaten.


Dalam arahannya, Wakil Bupati Bima menegaskan bahwa daerahnya memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan baru peternakan unggas di Indonesia.


“Bima didukung oleh ketersediaan lahan yang luas, produksi jagung sebagai bahan baku pakan, serta komitmen pemerintah daerah dan kesiapan sumber daya manusia,” ujarnya.


Ia juga menekankan pentingnya integrasi antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, BUMN, BUMD, hingga pelaku usaha lokal. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan menciptakan ekosistem usaha peternakan yang kuat dan berkelanjutan.


“Peternak tidak lagi berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari sistem usaha yang terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima, Zainal Arifin, mengungkapkan bahwa program hilirisasi yang dirancang mencakup pembangunan berbagai infrastruktur strategis.


Di antaranya adalah pabrik pakan (feed mill), pusat indukan ayam (parent stock/PS), kawasan budidaya ayam, hingga rumah potong hewan unggas (RPHU).


“Program ini akan menjadi pengungkit ekonomi daerah sekaligus memperkuat rantai pasok industri peternakan unggas di Bima,” jelasnya.


Sebelumnya, tim gabungan dari Dinas Peternakan dan Keswan, BPKAD, serta Disnakertrans Kabupaten Bima telah melakukan survei kelayakan terhadap sejumlah lokasi potensial. Beberapa kecamatan yang menjadi kandidat antara lain Tambora, Madapangga, Bolo, Woha, dan Wera.


Hasil survei tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Bima sebagai dasar pengambilan kebijakan lanjutan.


Dengan langkah ini, Kabupaten Bima optimistis mampu menjadi salah satu sentra unggas terintegrasi di kawasan timur Indonesia sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. (Red)

×