![]() |
| Pertemuan yang digelar baru-baru ini, perwakilan |
BIMA, TM — Kerusakan parah ruas jalan di wilayah Langgudu Selatan, Kabupaten Bima, kembali menjadi sorotan publik. Warga dari Desa Waduruka, Pusu, Karampi, dan Sarae Ruma menyuarakan kondisi memprihatinkan yang telah berlangsung bertahun-tahun dan berdampak langsung pada ribuan jiwa.
Dalam pertemuan yang digelar baru-baru ini, perwakilan masyarakat menegaskan bahwa persoalan jalan rusak bukan sekadar isu infrastruktur, melainkan sudah masuk kategori darurat kemanusiaan.
“Bagi kami, jalan ini bukan soal kenyamanan, tapi soal hidup dan mati. Ini sudah menjadi tragedi kemanusiaan,” tegas Arif Rahman, perwakilan warga, Jumat (17/4/2026).
Ia mengungkapkan, akses jalan yang berlumpur dan sulit dilalui telah menghambat layanan dasar, terutama kesehatan. Bahkan, sebuah peristiwa tragis terjadi pada Februari 2026, ketika seorang balita meninggal dunia setelah kendaraan yang membawanya terjebak di ruas jalan rusak.
Ironisnya, kejadian tersebut berlangsung hanya delapan hari setelah adanya tindak lanjut dari Kementerian Kesehatan atas laporan resmi yang diajukan warga.
Selama puluhan tahun, masyarakat setempat juga telah berupaya melakukan perbaikan secara mandiri melalui swadaya, dengan total biaya yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Namun, upaya tersebut belum mampu menghadirkan solusi permanen.
“Jangan biarkan rakyat terus menanggung ini sendiri. Negara harus hadir,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, secercah harapan akhirnya muncul. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, ruas jalan yang menghubungkan Waduruka, Pusu, Karampi hingga Sarae Ruma kini resmi masuk dalam program Inpres Jalan Daerah (IJD) Tahun Anggaran 2026.
Kabar ini disambut dengan rasa syukur oleh masyarakat yang selama ini hidup dalam keterisolasian akibat buruknya akses transportasi.
“Perjuangan panjang masyarakat akhirnya membuahkan hasil. Aspirasi yang diperjuangkan selama puluhan tahun kini mendapat perhatian pemerintah pusat,” tulis salah satu akun pemerhati daerah Bima-Dompu.
Warga berharap pembangunan jalan tersebut benar-benar direalisasikan tepat waktu dengan kualitas yang baik, sehingga mampu menjawab persoalan mendasar yang selama ini mereka hadapi.
“Ini bukan sekadar jalan, tapi akses hidup bagi masyarakat,” ujar perwakilan warga.
Diketahui, kerusakan jalan di wilayah Langgudu Selatan selama ini berdampak luas terhadap aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Dengan masuknya program IJD 2026, diharapkan konektivitas antar desa dapat membaik dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara signifikan. (Red)


