-->

Notification

×

Tambal Sulam Jalan di Bima Kembali Makan Korban, Dua Warga Soromandi Kritis Usai Tabrak Truk

Friday, April 3, 2026 | April 03, 2026 WIB | 2026-04-03T06:14:43Z
Ilustrasi Tambora Media / Al


Bima, TM – Kecelakaan lalu lintas serius kembali terjadi di jalur strategis Bima–Sumbawa, tepatnya di Desa Bontokape, Kabupaten Bima, Rabu (2/4/2026) sekitar pukul 19.30 WITA. Insiden ini diduga kuat dipicu oleh kondisi jalan yang tengah dalam proses perbaikan tambal sulam yang dinilai membahayakan pengguna jalan.


Peristiwa nahas tersebut melibatkan sepeda motor Honda Beat putih yang dikendarai Ilyas (23), warga Desa Sai, Kecamatan Soromandi. Berdasarkan informasi di lokasi kejadian, korban berusaha menghindari lubang galian proyek perbaikan jalan yang belum tertata dengan baik.


Namun saat bermanuver, sepeda motor yang dikendarainya diduga kehilangan kendali hingga bersenggolan dengan sebuah truk bernomor polisi EA 8584 YC. Benturan keras tak terhindarkan, menyebabkan pengendara dan penumpangnya terpental dan mengalami luka serius.


Ironisnya, sopir truk tersebut langsung melarikan diri usai kejadian dan kini masih dalam pengejaran pihak kepolisian.


Akibat kecelakaan ini, dua korban mengalami luka berat dan harus mendapatkan penanganan intensif di RSUD Sondosia. Ilyas dilaporkan dalam kondisi kritis dengan luka robek parah di bagian kepala disertai pendarahan hebat. Sementara Ratnah (40) mengalami lebam di wajah, luka lecet di dagu serta kaki.


Kapolsek Bolo, AKP Nurdin, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat ke lokasi untuk mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengumpulkan data awal.


“Korban langsung dievakuasi warga ke rumah sakit karena mengalami pendarahan cukup serius. Barang bukti berupa sepeda motor dan truk sudah kami amankan di Mako Polres Kabupaten Bima untuk proses lebih lanjut,” ujarnya. Jumat (3/4/2026). 


Peristiwa ini kembali menyoroti lemahnya pengamanan dan penataan proyek perbaikan jalan di wilayah tersebut. Minimnya rambu peringatan dan penerangan di lokasi proyek diduga menjadi faktor yang memperbesar risiko kecelakaan, terutama pada malam hari.


Masyarakat pun mendesak agar pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan dalam setiap pekerjaan infrastruktur, guna mencegah jatuhnya korban berikutnya. (Red

×