![]() |
| Anggota Pansur DPRD Kabupaten Bima, saat Monev di RSUD Bima |
BIMA, TM – Sebagai bentuk keseriusan dalam memastikan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Tim Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kabupaten Bima melakukan monitoring dan evaluasi (monev) langsung ke RSUD Bima, Rabu (1/4/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan usai rapat Pansus LKPJ Bupati Bima Tahun Anggaran 2025 bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Direktur RSUD Bima. Dalam kegiatan itu, tim Pansus meninjau secara langsung kondisi pelayanan kesehatan di rumah sakit, khususnya kesiapan fasilitas hemodialisa atau cuci darah.
Anggota Pansus, Jasmin, menjelaskan bahwa pihaknya fokus mengecek kesiapan infrastruktur pelayanan cuci darah yang saat ini telah tersedia sebanyak delapan unit.
“Kami Tim Pansus LKPJ DPRD Kabupaten Bima langsung turun monev ke RSUD Bima untuk mengecek pelayanan kesehatan, dan secara khusus melihat kesiapan infrastruktur fasilitas cuci darah di ruang hemodialisa,” ujar Jasmin, Jumat (3/4/2026).
Dari hasil peninjauan tersebut, Jasmin menyebutkan bahwa secara umum fasilitas sudah siap untuk dioperasikan. Namun, pihak RSUD masih menunggu izin resmi dari Kementerian Kesehatan sebelum layanan tersebut bisa digunakan oleh masyarakat.
“Insya Allah dalam beberapa pekan ke depan sudah siap beroperasi untuk melayani masyarakat. Saat ini tinggal menunggu keluarnya izin dari Kemenkes,” tambahnya.
Kehadiran fasilitas hemodialisa ini diharapkan menjadi solusi bagi pasien penderita gagal ginjal di Kabupaten Bima, sehingga tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan layanan cuci darah.
Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan daerah, sekaligus menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan akses pelayanan medis yang lebih dekat, cepat, dan memadai. (Red)


