-->

Notification

×

KONI Bima di Persimpangan: Antara Kepentingan dan Masa Depan Prestasi

Wednesday, April 1, 2026 | April 01, 2026 WIB | 2026-04-01T11:34:36Z
Ruma Rengge

OPINI: Dinamika menjelang pemilihan Ketua KONI Kabupaten Bima belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Berbagai nama mulai bermunculan, masing-masing dengan latar belakang dan kekuatan yang berbeda. Namun di tengah euforia tersebut, publik perlu diajak untuk berpikir lebih jernih dan objektif: ke mana arah olahraga Bima akan dibawa?


KONI bukan sekadar lembaga formal atau simbol organisasi. Ia adalah jantung pembinaan olahraga daerah, tempat lahirnya atlet-atlet berprestasi yang membawa nama Bima ke level provinsi hingga nasional. Karena itu, kepemimpinan di dalamnya tidak bisa diserahkan secara sembarangan.


Figur yang maju tentu memiliki kapasitas masing-masing. Namun publik berhak mempertanyakan satu hal mendasar: apakah mereka benar-benar memiliki rekam jejak di dunia olahraga? Sebab tanpa pengalaman dan kedekatan dengan ekosistem olahraga—atlet, pelatih, hingga pengurus cabang—kepemimpinan berpotensi kehilangan arah.


Olahraga bukan ruang eksperimen kekuasaan. Ia membutuhkan pemahaman yang lahir dari proses panjang: dari lapangan, dari keringat atlet, dan dari dinamika pembinaan yang nyata. Tanpa itu, KONI dikhawatirkan hanya akan menjadi wadah administratif tanpa daya dorong prestasi.


Di sinilah pentingnya peran masyarakat, khususnya pemerhati olahraga. Suara publik harus hadir—bukan untuk menjatuhkan, tetapi untuk memastikan proses berjalan sehat. Transparansi, uji publik yang jujur, serta ruang bagi figur-figur yang telah terbukti di dunia olahraga harus menjadi prioritas.


Ini bukan soal siapa yang paling kuat secara posisi atau jaringan kekuasaan. Ini tentang siapa yang paling layak memimpin. Siapa yang benar-benar memahami kebutuhan atlet. Siapa yang mampu membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.


Jika KONI Kabupaten Bima ingin melahirkan juara, maka kepemimpinan harus kembali ke tangan mereka yang hidup dan berjuang di dunia olahraga itu sendiri.


Sudah saatnya kita mendorong generasi muda Bima untuk mengukir prestasi, bukan hanya menjadi penonton dari dinamika elite. Olahraga adalah harapan, dan harapan itu harus dijaga dengan kepemimpinan yang tepat. (Red


Penulis: Ruma Rengge

×