![]() |
| Landa (57), warga RT 11 RW 04, menjalani hari-hari dalam kondisi memprihatinkan |
KOTA BIMA, TM – Di tengah gencarnya penyaluran bantuan sosial pemerintah, nasib berbeda justru dialami seorang janda miskin di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Ia hidup dalam keterbatasan, namun tak pernah tersentuh bantuan.
Landa (57), warga RT 11 RW 04, menjalani hari-hari dalam kondisi memprihatinkan di sebuah rumah panggung yang jauh dari kata layak. Sejak ditinggal suaminya sembilan bulan lalu, ia tidak memiliki sumber penghasilan tetap dan hanya mengandalkan uluran tangan keluarga serta tetangga sekitar.
Ironisnya, di tengah kondisi tersebut, Landa tidak pernah tercatat sebagai penerima bantuan sosial, baik bantuan pangan maupun Program Keluarga Harapan (PKH). Padahal, secara ekonomi, ia tergolong dalam kategori warga yang sangat layak menerima bantuan.
“Saya tidak pernah dapat bantuan apa-apa, hanya pernah dapat program rumah lima tahun lalu, itu pun cuma untuk dapur,” ungkapnya lirih.
Temuan ini mengarah pada dugaan bahwa Landa tidak masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), yang menjadi acuan utama pemerintah dalam menyalurkan bantuan. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait akurasi pendataan serta proses verifikasi di lapangan.
Lurah Tanjung, Irwans, S.Sos, membenarkan bahwa warganya tersebut belum pernah menerima bantuan sosial.
“Memang benar, yang bersangkutan belum pernah mendapatkan bantuan PKH maupun bantuan pangan lainnya,” ujarnya.
Warga sekitar pun menguatkan kondisi tersebut. Mereka menyebut Landa selama ini hanya bertahan hidup dari bantuan keluarga.
“Memang tidak pernah dapat PKH, hidupnya dari keluarga saja,” kata salah satu warga.
Hingga berita ini diturunkan, Koordinator PKH Kelurahan Tanjung maupun Dinas Sosial Kota Bima belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab tidak masuknya Landa dalam daftar penerima bantuan.
Kasus ini menjadi cerminan lemahnya akurasi data kemiskinan di tingkat lokal. Jika tidak segera dibenahi, bukan tidak mungkin masih banyak warga miskin ekstrem lainnya yang luput dari perhatian dan tidak mendapatkan haknya atas bantuan sosial. (Red)


