-->

Notification

×

Blokade Jalan Tente–Parado Dibuka, Warga Sakuru Sepakat dengan Pemprov NTB Percepat Perbaikan

Wednesday, April 1, 2026 | April 01, 2026 WIB | 2026-04-01T14:16:27Z
Aksi blokade Jalan Lintas Tente–Parado yang dilakukan warga Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, akhirnya dibuka setelah tercapai kesepakatan


Bima, TM – Aksi blokade Jalan Lintas Tente–Parado yang dilakukan warga Desa Sakuru, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, akhirnya dibuka setelah tercapai kesepakatan antara masyarakat dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (1/4/2026).


Kesepakatan tersebut lahir melalui proses mediasi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, unsur kecamatan, TNI-Polri, hingga aliansi masyarakat. Bahkan, komunikasi langsung dengan Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB dilakukan melalui sambungan video call di lokasi aksi.


Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Peduli Jalan Rusak (AMPJR) dimulai sekitar pukul 09.30 WITA. Sekitar 30 orang massa turun ke jalan dan sempat melakukan pemblokiran di ruas jalan lintas provinsi, tepatnya di depan toko batako Desa Sakuru.


Aksi tersebut merupakan bentuk protes warga terhadap kondisi jalan rusak parah yang membentang dari Desa Sakuru hingga Desa Sie. Warga menilai kerusakan jalan telah lama terjadi dan mengganggu aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat.


Dari hasil mediasi, Pemerintah Provinsi NTB menyatakan komitmennya untuk segera melakukan penanganan awal mulai keesokan hari. Langkah awal yang akan dilakukan berupa pengerasan jalan (sertu) serta pembangunan saluran irigasi di sisi kiri dan kanan bahu jalan.


Setelah kesepakatan dicapai, massa aksi membuka blokade jalan pada pukul 13.31 WITA dan membubarkan diri secara tertib empat menit kemudian. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 13.40 WITA dalam kondisi aman dan kondusif.


Pengamanan selama aksi berlangsung dilakukan oleh gabungan personel Polres Bima, Polsek Monta, serta TNI, dengan dukungan masyarakat setempat, di bawah kendali Kapolsek Monta, AKP Sudarto.


Aksi yang semula berpotensi memicu ketegangan tersebut pun berakhir damai, dengan harapan realisasi perbaikan jalan segera terwujud sesuai komitmen yang telah disepakati bersama. (Red

×