-->

Notification

×

Aksi Brutal di Jalan Pisang: Pegawai SMAN 1 Kota Bima Diserang Parang Usai Tegur Pengendara

Wednesday, April 8, 2026 | April 08, 2026 WIB | 2026-04-08T15:26:00Z
Korban Pembacokan / Google Media Metromi
 

KOTA BIMA, TM — Aksi kekerasan jalanan kembali terjadi di wilayah Kelurahan Rabangoudu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Seorang pegawai SMAN 1 Kota Bima, Didi Awaludin (44), menjadi korban dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu malam (8/4/2026) sekitar pukul 19.45 WITA.


Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Pisang, tepatnya di depan kios Kurniati. Korban saat itu baru saja pulang dari salat Isya berjamaah di Masjid Baitul Hamid dan melintas menggunakan sepeda motor Vespa ke arah selatan.


Kapolsek Rasanae Timur, IPTU Kuntho Prakoso, menjelaskan bahwa insiden bermula saat korban berpapasan dengan seorang pria bertopi yang berboncengan dengan seorang wanita menggunakan sepeda motor jenis Scoopy berwarna merah.


“Tanpa alasan yang jelas, pelaku tiba-tiba menendang kaki kiri korban saat berpapasan. Korban kemudian menegur pelaku agar tidak membahayakan pengguna jalan lain,” ungkap Kapolsek. Rabu (8/4/2026) dilanair Media Metromini. 


Namun teguran tersebut justru memicu emosi pelaku. Ia berbalik arah, menghentikan korban, lalu menyerang dengan sebilah parang.


“Pelaku mengayunkan parang, satu kali mengenai lengan kiri korban dan dua kali ke punggung kanan korban,” jelasnya.


Usai melakukan aksi brutal tersebut, terduga pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.


Akibat serangan itu, korban mengalami luka sayat pada lengan kiri serta dua luka sayat di bagian punggung kanan, masing-masing di bagian atas dan bawah. Saat ini korban telah mendapatkan penanganan medis.


Pihak kepolisian dari Polsek Rasanae Timur telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), menerima laporan korban, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan visum.


“Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku,” tegas IPTU Kuntho Prakoso.


Kasus ini kembali menjadi perhatian masyarakat, mengingat maraknya aksi kekerasan di jalan yang dinilai semakin meresahkan. (Red)

×