![]() |
| Tim Pemadam saat melakukan pemasaman Api |
Bima, TM – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di RT 13 RW 07, Desa Tolotangga, Kecamatan Monta, Kabupaten Bima, pada Selasa malam (7/4/2026) sekitar pukul 21.00 WITA. Peristiwa tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu rumah warga yang kemudian dengan cepat merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Amukan si jago merah menyebabkan sedikitnya tujuh unit rumah terdampak. Dari jumlah tersebut, dua rumah dilaporkan hangus total hingga rata dengan tanah, sementara lima unit lainnya mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian atap.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, sebanyak enam Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 24 jiwa terdampak dan terpaksa kehilangan tempat tinggal. Kerugian materil akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp400 juta.
Salah satu korban terdampak paling parah, Madilau (63), harus merelakan rumah panggung miliknya habis terbakar, serta satu rumah permanen yang ikut rusak pada bagian atap. Sementara itu, rumah panggung milik Ika (34) dengan 12 tiang dilaporkan ludes tanpa sisa. Korban lainnya seperti Budiman, Samsudin, Jalidin, dan Hajnah juga mengalami kerusakan hunian dengan tingkat kerugian yang bervariasi.
Menanggapi kejadian tersebut, BPBD Provinsi NTB bersama BPBD Kabupaten Bima bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Koordinasi dilakukan dengan unsur TNI/Polri, aparat kecamatan, serta pemerintah desa setempat guna memastikan proses evakuasi dan pendataan berjalan optimal.
Tim di lapangan telah melakukan kaji cepat serta pendataan korban terdampak. Hingga saat ini, kondisi di lokasi dilaporkan telah kondusif, namun para korban masih sangat membutuhkan bantuan darurat, terutama kebutuhan logistik dan tempat tinggal sementara.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak aman. Selain itu, warga juga diminta siaga menghadapi cuaca ekstrem, mengingat wilayah NTB saat ini masih berada pada puncak musim hujan yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor. (Red)


