![]() |
| Ikustrasi / Google Metromi Media |
KOTA BIMA, TM — Polemik penghentian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dialami keluarga Maryam di Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, akhirnya mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPA) Provinsi NTB, Ahmad Masyhuri, menegaskan pihaknya akan segera melakukan pengecekan terhadap data penerima guna memastikan penyebab terhentinya bantuan tersebut.
“Besok kita cek dulu datanya. Ada banyak kemungkinan sehingga tidak bisa masuk datanya,” ujarnya, dilansir Media Metromi Rabu (25/3/2026).
Menurutnya, dalam pelaksanaan program PKH, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi status penerima bantuan, termasuk sistem kuota yang diberlakukan oleh pemerintah.
“Dan ada sistem kuota juga,” tambahnya.
Diketahui sebelumnya, keluarga Maryam telah menerima bantuan PKH selama lebih dari satu tahun. Namun, dalam tiga bulan terakhir, bantuan tersebut tiba-tiba dihentikan tanpa adanya penjelasan yang jelas kepada penerima.
Kondisi ini memicu pertanyaan publik terkait mekanisme penghapusan data penerima PKH serta transparansi dalam proses evaluasi bantuan sosial, khususnya bagi masyarakat yang tergolong miskin ekstrem.
Sejumlah pihak pun mendorong agar pemerintah tidak hanya mengandalkan sistem berbasis data, tetapi juga melakukan verifikasi faktual di lapangan. Hal ini dinilai penting untuk memastikan bantuan benar-benar tepat sasaran dan tidak merugikan warga yang membutuhkan.
Respons cepat dari Dinsos NTB menjadi sinyal awal adanya keseriusan pemerintah dalam menindaklanjuti persoalan tersebut. Komunikasi antara media dan pihak dinas pun menunjukkan komitmen untuk menelusuri kasus ini secara menyeluruh.
“InsyaAllah besok dicek,” tutup Masyhuri.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa akurasi data dan kepekaan sosial harus berjalan beriringan dalam penyaluran bantuan. Sebab, kesalahan dalam sistem atau keterbatasan kuota tidak seharusnya mengorbankan hak masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. (Red)


