![]() |
| Kondisi rumah Pasutri di Kampung Sigi Kel Paruga Kota Bima |
KOTA BIMA, TM – Harapan pasangan suami istri (pasutri) lansia di Kelurahan Paruga untuk mendapatkan bantuan bedah rumah pada tahun 2026 dipastikan pupus. Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) menegaskan bahwa program tersebut belum menjadi prioritas tahun ini.
Kepala Dinas Perkim Kota Bima, Agus Purnama, menjelaskan bahwa bantuan bedah rumah bagi pasutri tersebut masih dalam tahap pendataan dan baru akan diusulkan pada tahun anggaran 2027.
“Untuk tahun ini dilakukan pendataan dulu, kemudian diusulkan agar bisa masuk tahun 2027,” ujarnya, dilansir JangkaBima.com Rabu (25/3/2026).
Ia menegaskan, pernyataan sebelumnya yang menyebut “masih dalam koordinasi” tidak serta-merta berarti program tersebut akan direalisasikan pada 2026. Menurutnya, setiap program harus melalui mekanisme dan tahapan yang telah ditetapkan.
“Koordinasi itu bukan berarti langsung masuk program tahun ini. Ada proses yang harus dilalui,” tegasnya.
Agus juga menjelaskan bahwa secara aturan, program bedah rumah tidak bisa diusulkan secara mendadak dalam tahun berjalan. Usulan harus diajukan pada tahun sebelumnya agar dapat masuk dalam penganggaran.
“Tidak bisa masuk program 2026 karena pengusulannya harus dilakukan pada tahun sebelumnya. Itu mekanismenya,” jelasnya.
Selain itu, Perkim mengungkapkan adanya kendala administratif terkait status kepemilikan lahan. Berdasarkan laporan pihak kelurahan, rumah tersebut disebut telah bersertifikat atas nama keluarga lain, yakni kakak dari St Mariam.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan perbedaan. Hasil peninjauan media mendapati bahwa rumah tersebut belum memiliki sertifikat resmi, melainkan masih berupa SPPT atas nama orang tua. Bahkan, pihak keluarga disebut telah memberikan persetujuan penggunaan lahan untuk program bedah rumah.
Perbedaan data ini menimbulkan pertanyaan terkait validitas informasi yang digunakan dalam proses pengusulan bantuan.
Dengan kondisi tersebut, bantuan bedah rumah untuk pasutri lansia di Paruga dipastikan belum dapat terealisasi tahun ini. Sementara itu, kondisi rumah yang ditempati masih memprihatinkan dan terus menjadi sorotan publik.
Masyarakat pun berharap adanya langkah konkret dari pemerintah agar persoalan ini tidak berlarut, dan bantuan dapat segera direalisasikan pada tahun mendatang. (Red)


