-->

Notification

×

Empat Desa di Tambora Dilanda Banjir, 204 KK Terdampak

Sunday, February 22, 2026 | February 22, 2026 WIB | 2026-02-22T12:31:41Z

 

Luapan banjir di pemukiman Warga di Desa Labuan Kananga Kec. Tambora Kab. Bima. 


Bima, .- Hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir dan angin kencang memicu bencana hidrometeorologi di wilayah Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima sejak Sabtu malam (21/2) hingga Minggu dini hari, termasuk pohon tumbang.

 

Berdasarkan laporan sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Bima per pukul 13.30 Wita, banjir merendam sedikitnya 204 unit rumah atau 204 KK (726 jiwa) yang tersebar di empat desa, dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 70 sentimeter.


Desa Labuan Kananga Terparah, banjir terjadi sekitar pukul 05.55 Wita akibat derasnya aliran air dari gunung yang membuat sungai dan drainase tak mampu menampung debit air. Sebanyak 140 rumah (526 jiwa) terdampak di tiga dusun, yakni Dusun Sarae 51 KK, Dusun Mada Oi 22 KK, Dusun Na’e 67 KK.


Selain permukiman warga, dua fasilitas pendidikan yakni SDN 1 Labuan Kananga dan SDN 2 Labuan Kananga, satu unit Masjid At-Taqwa, kantor desa, serta pasar desa turut terendam. Akses jalan provinsi juga tergenang lumpur hingga menyebabkan kemacetan.


Desa Kawinda Na’e dan Rasabou 20 rumah (65 jiwa) di RT 10 Dusun Soro Bura terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Selain itu, bahu jalan terkikis arus air sehingga membahayakan pengguna jalan.


Tak hanya itu, pohon berukuran besar tumbang di jalur lintas Tambora–Kore sekitar pukul 06.10 Wita, menghambat arus lalu lintas karena belum sempat dievakuasi.


Sementara di Desa Rasabou, banjir merendam 44 rumah (135 jiwa) yang tersebar di tiga RT dengan ketinggian air hingga 30 sentimeter.


Di Desa Oi Panihi banjir merusak satu ruas jalan provinsi. Kondisi tersebut dinilai rawan bagi pengguna jalan karena struktur bahu jalan terkikis air.


Namun dari bencana banjir dan pohon tumbang tidak Ada korban jiwa, BPBD Kabupaten Bima memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat ini air dilaporkan mulai surut dan warga bergotong royong membersihkan lumpur serta sampah dari rumah dan fasilitas umum. Pendataan terhadap lahan pertanian dan infrastruktur yang terdampak masih berlangsung.


Dilansir melalui, Kepala BPBD Kabupaten Bima melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik, M Nurul Huda menyampaikan, bahwa Tim BPBD telah berkoordinasi dengan camat, aparat TNI-Polri, serta pemerintah desa untuk melakukan kaji cepat dan penanganan darurat. Koordinasi juga dilakukan dengan dinas terkait di tingkat kabupaten dan Provinsi NTB.


Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir bandang, angin puting beliung, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan.


Laporan ini merupakan pembaruan sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Bima hingga Minggu (22/2/2026) pukul 13.30 Wita.(Red)

×