![]() |
| DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bima saat menggelar rapat harian sebagai bagian dari konsolidasi internal |
BIMA, TM — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bima kembali menggelar rapat harian sebagai bagian dari konsolidasi internal sekaligus memperkuat koordinasi organisasi menghadapi dinamika politik ke depan.
Rapat tersebut menjadi ruang evaluasi bagi jajaran pengurus untuk mengartikulasikan berbagai gagasan, menyikapi perkembangan politik di masing-masing daerah pemilihan (dapil), serta memperkuat arah perjuangan politik PPP agar tetap berpijak pada kepentingan masyarakat.
Ketua DPC PPP Kabupaten Bima, Muh. Erwin, S.IP., M.IP., dalam arahannya menegaskan pentingnya seluruh jajaran pengurus menjaga keseimbangan antara kepentingan politik organisasi dan kepentingan sosial masyarakat.
Menurut Erwin, keberadaan struktur partai di tengah masyarakat tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan elektoral. Partai harus mampu menjadi ruang artikulasi kepentingan publik yang konstruktif, solutif, dan responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Saya mengimbau seluruh pengurus agar tetap menjaga keseimbangan dan hadir sebagai bagian dari solusi di tengah masyarakat, khususnya di wilayah dapil masing-masing. PPP harus mampu menempatkan kepentingan rakyat sebagai orientasi utama perjuangan politik, di atas kepentingan pribadi maupun kepentingan kelompok,” tegasnya.
Erwin menekankan bahwa politik bagi PPP harus ditempatkan dalam kerangka pengabdian kepada masyarakat dan sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap amanah konstituen.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada seluruh anggota Fraksi PPP di DPRD Kabupaten Bima agar terus menjaga hubungan dengan konstituen sekaligus mempertahankan kredibilitas dan kehormatan institusi partai.
Menurutnya, mandat politik yang diperoleh melalui pemilu merupakan bentuk kepercayaan masyarakat yang harus dijawab melalui kerja-kerja representasi yang terukur, transparan, dan berintegritas.
“Saya meminta seluruh anggota fraksi untuk terus menjaga dan merawat konstituen, sekaligus menjaga nama baik partai. Hindari setiap tindakan atau praktik yang berpotensi mencederai marwah dan kredibilitas PPP. Amanah rakyat dan kepercayaan partai harus dijalankan secara proporsional, profesional, serta senantiasa berada dalam koridor hukum,” ujarnya.
Ia menyebut, penegasan tersebut bukan semata-mata persoalan disiplin internal, tetapi juga bagian dari upaya menjaga reputasi dan keberlanjutan kelembagaan partai.
Setiap anggota legislatif, kata Erwin, harus memahami bahwa perilaku individu dapat memberikan dampak terhadap citra partai secara keseluruhan. Karena itu, integritas personal, kepatuhan terhadap hukum, serta kehati-hatian dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan menjadi hal penting untuk mempertahankan kepercayaan publik.
Bidik Tambahan Kursi
Memasuki tahapan politik berikutnya, Muh. Erwin menyatakan optimismenya terhadap prospek PPP Kabupaten Bima.
Ia menilai kekompakan kader dan soliditas struktur organisasi menjadi modal strategis untuk menghadapi kontestasi politik mendatang, baik Pemilu Legislatif maupun Pilkada.
“Saya memiliki keyakinan penuh bahwa dengan kebersamaan dan kekompakan PPP hari ini, kita mampu menghadirkan kejutan yang sangat spektakuler pada momentum politik mendatang, baik dalam Pemilu Legislatif maupun Pilkada,” ungkapnya.
Optimisme tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam target politik yang konkret.
Saat ini, PPP Kabupaten Bima memiliki 6 kursi di DPRD Kabupaten Bima. Jumlah tersebut dinilai Erwin harus menjadi pijakan untuk melakukan ekspansi politik secara lebih sistematis pada periode berikutnya.
“Hari ini PPP Kabupaten Bima memiliki 6 kursi. Melalui momentum ini saya tegaskan, periode berikutnya PPP wajib meningkatkan representasi politiknya. Target minimal kita adalah 7 kursi DPRD Kabupaten Bima,” tegasnya.
Menurut Erwin, target tujuh kursi bukan sekadar angka politik. Target tersebut menjadi indikator keberhasilan konsolidasi organisasi, efektivitas kerja politik, kualitas kaderisasi, serta kemampuan PPP membangun dan mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Untuk merealisasikan target tersebut, seluruh struktur partai didorong membangun pola kerja politik yang lebih terukur, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, memetakan aspirasi secara objektif, serta mengoptimalkan potensi politik di setiap daerah pemilihan.
Dengan demikian, konsolidasi internal tidak hanya diarahkan pada penguatan struktur administratif, tetapi juga mencakup konsolidasi ideologis, organisatoris, elektoral, dan konstituen.
Menutup arahannya, Muh. Erwin menegaskan bahwa masa depan PPP Kabupaten Bima sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh kader dalam menjaga soliditas, menghindari konflik kepentingan, memperkuat integritas, dan menjadikan pelayanan kepada masyarakat sebagai fondasi utama perjuangan politik.
“Kalau kita mampu menjaga kebersamaan, merawat konstituen, memperkuat integritas kader, dan bekerja secara konsisten, saya optimis PPP Kabupaten Bima tidak hanya mampu mempertahankan eksistensinya, tetapi melakukan lompatan politik yang signifikan pada Pemilu dan Pilkada mendatang,” pungkasnya. (Red)


