-->
×

Gempa M7,7 Berdampak di Kabupaten Bima, 10 Rumah dan Kantor Camat Rusak, Warga Mengungsi

Sunday, August 16, 2026 | August 16, 2026 WIB | 2026-08-16T03:23:30Z
Ilustrasi Tambora Media / AI


Bima, TM – Gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, turut berdampak di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).


Sedikitnya 10 rumah dan satu kantor pemerintahan mengalami kerusakan, seorang warga mengalami luka, sementara ratusan warga sempat melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih tinggi.


Berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Bima hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 18.00 WITA, dampak gempa tercatat di sejumlah wilayah, yakni Kecamatan Lambitu, Lambu, Woha, Monta dan Sape.


Di Kecamatan Lambitu, Kantor Camat Lambitu mengalami rusak ringan berupa retakan pada dinding aula dengan panjang sekitar tiga meter.


Sementara di Kecamatan Lambu, dua rumah panggung di Desa Soro dilaporkan roboh atau mengalami rusak berat. Satu rumah lainnya di Desa Lanta Barat mengalami kerusakan ringan.


Dampak gempa juga dirasakan di Kecamatan Woha. Dua rumah di Desa Rabakodo mengalami kerusakan pada bagian dapur dan kamar.


Di Kecamatan Monta, empat rumah yang berada di Desa Tolotangga dan Desa Tolouwi mengalami kerusakan ringan.


Sementara itu, seorang nelayan asal Desa Bugis, Kecamatan Sape, bernama Damar (21), mengalami luka robek pada kaki setelah terkena reruntuhan. Korban kemudian mendapat perawatan di Puskesmas Sape.


Ratusan Warga Sempat Mengungsi


Getaran gempa juga membuat warga di sejumlah desa memilih melakukan evakuasi mandiri sebagai langkah antisipasi.


Sebanyak 300 warga dari Desa Sangia, Desa Bugis dan Desa Lambu sempat bergerak menuju lokasi yang lebih tinggi.


Hingga Sabtu sore, tercatat 71 warga masih berada di titik pengungsian.


Kerugian material sementara akibat gempa diperkirakan mencapai sekitar Rp41 juta.


BPBD Kabupaten Bima bersama aparat keamanan dan pemerintah desa masih melakukan pendataan di lapangan serta penanganan terhadap warga dan fasilitas yang terdampak.


Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti arahan petugas di lapangan. (Red) 

×