![]() |
| Tambora Media/ Al |
Bima, TM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Perumahan dan Kawasan Permukiman tengah melaksanakan pembangunan drainase di kawasan Lapangan La Hami, Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima.
Proyek yang mulai dikerjakan pada 1 Juli 2026 tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp378.800.000 dan dikerjakan oleh CV. Boro Jaya. Pembangunan ini bertujuan meningkatkan sistem drainase serta mengurangi potensi genangan air di kawasan sekitar.
Mandor proyek, Jufrin, saat ditemui di lokasi menjelaskan bahwa pelaksana kegiatan adalah H. Haryanto, yang akrab disapa H. Unto. Menurutnya, pekerjaan meliputi pembangunan talud sepanjang 160 meter di sisi kiri dan kanan saluran, pembuatan mata kucing di sepanjang drainase, serta pekerjaan plester lantai.
"Talud sepanjang 160 meter di kedua sisi telah selesai dikerjakan. Saat ini pekerjaan difokuskan pada pemasangan mata kucing, kemudian akan dilanjutkan dengan plester lantai," jelas Jufrin.
Ia juga menyampaikan bahwa tenaga kerja berasal dari dua desa, yakni Desa Piong dan Desa Kore. Keterlibatan masyarakat setempat diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat kebersamaan selama pelaksanaan proyek.
Sementara itu, Anwar, salah seorang warga Desa Kore, mengaku senang dengan pembangunan drainase tersebut. Menurutnya, keberadaan talud akan membantu memperlancar aliran air di sekitar lapangan.
Meski demikian, ia berharap pemerintah juga memperhatikan kondisi jembatan kecil yang berada di depan rumah H. Awahab Arsyad. Menurutnya, saat musim hujan tiba, sampah sering tersangkut di lokasi tersebut sehingga berpotensi menghambat aliran air.
Di sisi lain, warga juga memberikan apresiasi terhadap keterbukaan pelaksana proyek yang memasang papan informasi di lokasi pekerjaan. Keberadaan papan proyek dinilai memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai sumber anggaran, nilai proyek, serta pelaksana kegiatan.
Selain itu, koordinasi antara pelaksana proyek, pekerja, dan masyarakat dinilai berjalan baik sehingga hingga pertengahan Juli 2026 tidak ditemukan kendala berarti yang menghambat proses pembangunan.
Namun demikian, masyarakat berharap setelah pekerjaan selesai, seluruh lubang di sepanjang sisi kiri dan kanan talud segera ditimbun menggunakan batu dan tanah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menghindari risiko kecelakaan bagi pengguna jalan maupun warga sekitar.
Warga berharap pembangunan drainase ini dapat diselesaikan tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang, khususnya dalam mengurangi genangan air dan meningkatkan kenyamanan lingkungan di Desa Kore. (Red)


