-->

Notification

×

Arus Penyeberangan Membludak di Poto Tano Jelang Aksi PPS, Polisi Pastikan Pelabuhan Tetap Normal

Monday, June 1, 2026 | June 01, 2026 WIB | 2026-06-01T03:25:21Z

Tambora Media / AI 

SUMBAWA BARAT, TM – Aktivitas di kawasan Pelabuhan Poto Tano terpantau mengalami peningkatan signifikan sejak awal pekan ini. Kepadatan kendaraan yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Kayangan mulai terlihat sejak Minggu (31/5), bahkan antrean kendaraan mengular hingga memenuhi area tunggu pelabuhan.


Lonjakan arus kendaraan ini dipicu oleh dua faktor utama, yakni arus balik libur Iduladha serta rencana aksi yang akan digelar oleh Aliansi Pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) pada Selasa (2/6/2026).


Pantauan di lapangan menunjukkan berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk logistik, memadati jalur antrean. Kondisi tersebut membuat suasana pelabuhan lebih sibuk dibandingkan hari biasa.


Menanggapi situasi ini, pihak kepolisian melalui Polda NTB memastikan bahwa operasional penyeberangan tetap berjalan normal. Tidak ada penutupan jalur, baik di Pelabuhan Poto Tano maupun di Pelabuhan Kayangan.


“Pelayanan penyeberangan tetap berlangsung seperti biasa. Tidak ada penghentian operasional,” tegas pihak kepolisian dalam keterangan resminya.


Sebelumnya, sempat beredar informasi di masyarakat terkait rencana aksi unjuk rasa oleh kelompok yang disebut sebagai Aliansi Perisai Pemuda Sumbawa (PPS), yang dikabarkan akan melakukan penutupan total pelabuhan. Namun, kabar tersebut dipastikan tidak benar.


Pihak kepolisian menegaskan bahwa pelabuhan merupakan objek vital yang tidak dapat ditutup karena berkaitan langsung dengan mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antarwilayah.


Meski demikian, aparat tetap mengantisipasi potensi peningkatan aktivitas masyarakat menjelang aksi tersebut dengan melakukan pengamanan di sekitar kawasan pelabuhan.


Masyarakat yang hendak melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Poto Tano diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya. Selain itu, pengguna jasa penyeberangan diminta untuk memantau informasi resmi serta mengatur jadwal perjalanan lebih awal guna menghindari antrean panjang.


Dengan meningkatnya aktivitas penyeberangan ini, diharapkan seluruh pihak dapat menjaga ketertiban dan keamanan bersama demi kelancaran mobilitas antar Pulau Sumbawa dan Lombok. (Red

×