![]() |
| Tambora Media / Al |
BIMA, TM – Memasuki sekitar 1 tahun 3 bulan masa kepemimpinan Bupati Bima, Ady Mahyudin, persoalan infrastruktur dasar di Kecamatan Wera masih menjadi perhatian serius masyarakat.
Sejumlah titik jalan rusak yang belum tertangani secara maksimal terus dikeluhkan warga. Kondisi tersebut dinilai berdampak langsung terhadap berbagai sektor, mulai dari aktivitas ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, hingga mobilitas masyarakat sehari-hari.
Ketua Persatuan Keluarga Besar Ntoke (PKBN) Bima–Makassar, M Ti'u Ali Rasulullah (Pablo), menyampaikan bahwa masyarakat memiliki harapan besar terhadap percepatan pembangunan, khususnya dalam sektor infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendasar.
“Sudah sekitar 1 tahun 3 bulan masa kepemimpinan berjalan. Masyarakat tentu berharap ada perubahan signifikan, terutama dalam penyelesaian persoalan infrastruktur di Wera. Namun hingga saat ini, berbagai persoalan tersebut belum terselesaikan secara optimal,” ujarnya, Kamis (11/6/2026) dilansir Media Metromini.com.
Menurut Pablo, Kecamatan Wera memiliki potensi besar untuk berkembang lebih cepat apabila didukung oleh infrastruktur yang memadai. Ia menilai, perhatian serius dari pemerintah daerah sangat dibutuhkan agar kesenjangan pembangunan antarwilayah tidak terus terjadi.
Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bima untuk menjadikan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Wera sebagai prioritas utama, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Sebagai bagian dari elemen masyarakat, Pablo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal serta menyuarakan aspirasi warga demi terwujudnya pembangunan yang merata dan berkeadilan di Kabupaten Bima.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kabupaten Bima masih dimintai tanggapan terkait kritik dan harapan tersebut. Redaksi akan memuat klarifikasi atau penjelasan resmi pada pemberitaan selanjutnya sebagai bagian dari prinsip keberimbangan informasi. (Red)


