![]() |
| Ilustasi |
KOTA BIMA, TM — Proyek peningkatan pipa distribusi air bersih di Kelurahan Tanjung, Kota Bima, menuai sorotan publik. Meski anggaran telah digelontorkan pada tahun 2026, warga mengaku belum merasakan dampak signifikan di lapangan.
Berdasarkan data pengadaan pemerintah, paket pekerjaan bertajuk Peningkatan Pipa Distribusi Kelurahan Tanjung berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bima. Proyek tersebut memiliki pagu anggaran sekitar Rp113 juta yang bersumber dari APBD Tahun 2026.
Dalam data yang beredar, pekerjaan tersebut dilaksanakan melalui metode pengadaan langsung dan saat ini berstatus selesai. Namun, kondisi di lapangan justru berbanding terbalik dengan laporan administratif tersebut.
Sejumlah warga Kelurahan Tanjung masih mengeluhkan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih secara normal. Bahkan, sebagian warga mengaku harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.
“Kalau memang proyek peningkatan pipa sudah selesai, kami ingin tahu dampaknya di mana. Sampai sekarang air masih sering tidak mengalir,” ungkap Om Ayat, salah satu warga Tanjung, Rabu (27/5/2026) dilansit Media Metromini.
Keluhan ini semakin menguat setelah sebelumnya pihak teknis sempat menyampaikan bahwa persoalan air bersih di wilayah tersebut akan tuntas pada April 2026. Kenyataannya, hingga akhir Mei, distribusi air dinilai belum stabil.
Sorotan publik kini tidak hanya tertuju pada pelaksanaan proyek, tetapi juga pada efektivitas dan kualitas hasil pekerjaan. Warga menilai bahwa proyek infrastruktur, khususnya yang menyangkut kebutuhan dasar seperti air bersih, seharusnya memberikan dampak nyata dan terukur.
“Air bersih ini kebutuhan utama. Jadi bukan sekadar proyek selesai di atas kertas, tapi harus benar-benar dirasakan masyarakat,” tambah warga lainnya.
Minimnya transparansi terkait progres teknis dan hasil pekerjaan turut memicu pertanyaan publik. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai sejauh mana proyek tersebut berhasil meningkatkan distribusi air di Kelurahan Tanjung.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan penjelasan terbuka sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh agar persoalan krisis air bersih di wilayah tersebut dapat segera teratasi. (RED/


