![]() |
| Tambora Media / AI |
Bima, TM – Persoalan sampah di Kecamatan Woha kembali memicu reaksi keras. Kali ini, Persatuan Mahasiswa Woha (PMW) turun langsung menggelar aksi di kantor Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bima, menuntut kejelasan dan langkah nyata atas masalah yang dinilai tak kunjung menemukan solusi.
Aksi yang berlangsung pada (hari/tanggal menyesuaikan) itu diwarnai dengan orasi dan pembentangan spanduk berisi kritik tajam terhadap kinerja pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah yang semakin mengkhawatirkan.
Koordinator lapangan PMW dalam orasinya menyampaikan bahwa persoalan sampah di Woha bukanlah isu baru, namun hingga kini belum ada penyelesaian yang menyentuh akar masalah.
“Kami melihat pemerintah hanya sebatas wacana. Sampah terus menumpuk, pengelolaan tidak jelas, dan masyarakat yang jadi korban. Ini harus segera dituntaskan,” tegasnya.
Menurut PMW, kondisi di sejumlah titik di Woha menunjukkan penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik, bahkan menimbulkan bau menyengat dan berpotensi mengganggu kesehatan warga sekitar.
Mahasiswa juga menilai minimnya fasilitas pendukung seperti tempat pembuangan sementara (TPS), armada pengangkut, serta sistem pengelolaan yang tidak terintegrasi menjadi faktor utama persoalan ini terus berlarut.
Dalam tuntutannya, PMW meminta Pemda Kabupaten Bima untuk:
Segera menghadirkan solusi konkret dan terukur dalam penanganan sampah di Woha
Menambah fasilitas dan armada pengangkutan sampah
Meningkatkan pengawasan serta edukasi kepada masyarakat
Transparan dalam penggunaan anggaran pengelolaan sampah
Sementara itu, perwakilan Pemda yang menerima massa aksi menyatakan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut dan berjanji segera melakukan evaluasi terhadap sistem pengelolaan sampah yang ada.
Namun, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada langkah nyata dari pemerintah.
“Kami tidak ingin janji. Kami butuh bukti. Jika tidak ada perubahan, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar,” ujar salah satu peserta aksi.
Aksi PMW ini menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan, khususnya sampah, membutuhkan komitmen serius dan kolaborasi semua pihak, bukan sekadar wacana tanpa realisasi. (Red)


