-->

Notification

×

Kota Bima Pukau Pentas Budaya APEKSI 2026, Tenun dan Rimpu Mantika Jadi Sorotan di Denpasar

Tuesday, May 26, 2026 | May 26, 2026 WIB | 2026-05-26T05:51:38Z

Tambora Media / AI 

Denpasar, TM – Kota Bima kembali menegaskan eksistensinya sebagai daerah yang kaya akan warisan budaya dengan tampil memukau dalam ajang Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Rakerkomwil) IV APEKSI Tahun 2026 yang digelar di Denpasar. Penampilan fashion show tenun khas Bima yang dipadukan dengan Rimpu Mantika sukses mencuri perhatian dalam acara Dinner dan Pentas Seni Budaya yang berlangsung di Prama Sanur Beach, Jumat malam (22/05/2026).


Kehadiran Wakil Wali Kota Bima bersama jajaran Pemerintah Kota Bima, termasuk Ketua GOW Kota Bima Jumriah Feri Sofiyan, Plt. Asisten I Setda, serta sejumlah kepala OPD, menambah semarak partisipasi daerah dalam ajang bergengsi antar pemerintah kota tersebut.


Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menjadi ruang strategis untuk mempererat silaturahmi sekaligus mempromosikan identitas budaya dan potensi unggulan masing-masing daerah di Indonesia. Malam budaya diawali dengan penampilan Gus Teja World Music yang memukau, dilanjutkan dengan pertunjukan seni dari sembilan kota peserta lainnya seperti Denpasar, Mataram, Malang, hingga Kupang.


Pada kesempatan tersebut, Kota Bima tampil mempesona lewat peragaan busana tenun khas yang dipadukan dengan Rimpu Mantika—busana tradisional perempuan Bima yang sarat nilai adat dan religius. Keindahan motif tenun yang kaya filosofi ditampilkan secara elegan, menjadikannya pusat perhatian para tamu undangan.


Penampilan ini tidak hanya menjadi hiburan semata, tetapi juga sarana promosi budaya yang efektif. Tenun dan Rimpu Mantika ditampilkan sebagai simbol identitas daerah sekaligus bagian dari kekuatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Pemerintah Kota Bima menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan UMKM serta pelestarian budaya sebagai aset strategis daerah.


Selain tampil di panggung seni, Kota Bima juga ambil bagian dalam Denpasar City Expo 2026 melalui stand pameran yang menampilkan berbagai produk unggulan. Mulai dari kain tenun dengan beragam motif, kerajinan tangan lokal, hingga kuliner khas daerah turut diperkenalkan kepada pengunjung dari berbagai kota di Indonesia.


Keikutsertaan ini membawa pesan kuat bahwa pelestarian budaya bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi dan identitas daerah di tengah arus modernisasi. Kota Bima pun berhasil menunjukkan bahwa budaya lokal dapat tampil kompetitif dan membanggakan di panggung nasional. (Red

×